Menilik Surga Tersembunyi di Balik Bukit Rimbang Baling

Setiap perjalanan yang hebat biasanya selalu diiringi dengan jalan yang menanjak dan berliku. Pun perjalanan menuju Desa Kota Lama di Rimbang Baling. Kawasan yang terletak di Gema Kabupaten Kampar ini memiliki trek yang menantang adrenalin. Rimbang Baling adalah nama salah satu kawasan Suaka Margasatwa di Riau.

Ketika ke sana kondisi kendaraan harus benar-benar prima dan dipastikan tidak akan bocor atau mogok karena hal-hal yang tidak diinginkan. Dari Gema menuju Kota Lama dilalui dengan menyeberangi sungai selebar kira-kira 30 meter, tidak perlu khawatir baik motor maupun mobil bisa menyeberang dengan membayar tujuh ribu rupiah untuk pulang dan pergi. Perjalanan dilanjutkan dengan jalanan tanah kuning, di sisi kiri kanan begitu banyak kerbau-kerbau yang sedang merumput, tak heran bila sepanjang perjalanan kamu menemukan ranjau berbentuk kotoran kerbau.

Ketika jalan semakin menanjak dan berbatu, mata akan dimanjakan dengan pemandangan bukit-bukit hijau yang bebas dari pemandangan sawit. Perlu kau tahu kawan, Riau adalah daerah yang kaya akan minyak, sehingga sawit menjadi perimadona mata pencaharian masyarakatnya. Bukit-bukit hijau yang berdiri gagah di sisi kiri dan kanan perjalanan membuat mata enggan merasa mengantuk. Perjalanan bak mendaki gunung dan menuruni lembah pun tak terasa kala menikmati keindahan syurga yang Tuhan taburkan di Rimbang Baling.

Aku berhenti di sebuah turunan, memanjat bukit yang ada di sebelah kiri jalan, tak butuh waktu lama pemandangan hijau terpampang dari ketinggian, tak lupa ku petik gambar untuk mengabadikan momen perjalanan kali ini. Nun di bawah lembah sana terlihat atap-atap rumah warga, jembatan dan sungai yang dari kejauhan berwarna hijau menandakan jernihnya air sungai, semua itu menandakan bahwa ada peradaban manusia jauh di bawah kaki ku berdiri kala itu.

“Selamat Datang di Desa Kota Lama” sebuah gapura berwarna biru langit dipadu dengan warna putih menyambut kedatangan kami kala memasuki desa. Setelah melewati gapura tersebut, rumah-rumah warga mulai terlihat. Dan sesuatu yang benar-benar menakjubkan, kiri-kanan rumah warga adalah hutan yang masih terjaga kelestariannya.

Motor yang membawaku berbelok ke kiri melewati jembatan gantung sepanjang kurang lebih 50 meter mengangkangi sungai Subayang, berdiri tegap dengan kaki-kaki besinya yang dicat berwarna kuning, papan-papan setebal lima sentimeter dipasang melintang dengan baut-baut yang sedikit berkarat menimbulkan bunyi gluduk-gluduk  setiap ada sepeda motor yang melintasinya. Masih, memandang ke kiri bukit yang hijau, pun ke kanan, di bawah jembatan terbentang sungai Subayang yang jernih dan berkilau diterpa sinar matahari. Beberapa perahu bermotor yang warga desa menyebutnya dengan nama Robin kerap melintas sungai melawan arus.

Ketika pagi menjela, bukit-bukit yang berdiri gagah tertutup embun-embun berwarna putih seperti awan, berada di sana seolah-olah berada di pegunungan yang dingin.

Warga Desa Kota Lama benar-benar menggantungkan sebagian hidupnya dengan sungai, bak jantung bagi manusia, sungai adalah segalanya. Mereka minum, mencuci, mandi dan lainnya di sungai. Pertama kucelupkan kaki di tepi sungai dan berjalan di atas batu-batu benar-benar memberikan sensasi dingin menyegarkan. Saban sore terlihat warga desa mandi di sungai yang jernih, berenang ke sana kemari tanpa khawatir akan tenggelam. Pulau, sebutan untuk tepi sungai yang memiliki lahan luas dengan batu-batu sebesar buah mangga berserakan, ada sebuah area luas yang ditutupi rumput hijau tempat bermain anak-anak. Di pulau situlah warga melakukan aktivitas sehari-harinya.

Iklan

Gallery Mahasiswa PPL: Hari Guru di MTs Muda

Hari Guru Nasional jatuh pada tanggal 25 November. Namun perayaan di sekolah tempatku PPL hari guru tahun 2017 ini dirayakan tanggal 27 November. Why? karena tanggal 25 November 2017 bertepatan hari sabtu, sedang di MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru menganut aliran Full Day School dan hari sabtu adalah hari libur atau hari ekskulnya anak-anak Muda.

karena itu hari senin dirayain lah hari guru. Banyak sekali lomba-lomba yang diadakan di sekolah. tak hanya lomba siswa, tapi lomba buat guru juga diadakan.

Lomba untuk siswa diantaranya, menghias kue, kebersihan kelas, yel-yel kelas, mengecat tong sampah dan lain-lain yang aku lupa apa saja. Sedangkan lomba untuk guru sangatlah kocak menurutku, buat Bapak-bapak guru lomba mengupas telur puyuh dan guru perempuan lomba mengupas kerang dengan satu tangan. Yup satu tangan, bayangkan betapa rusaknya kuku-kukuku setelah lomba. Tapi Alhamdulillah aku dan rekan setim ku mendapatkan juara tiga.

Sebelum lomba-lomba dilaksanakan upacara bendera terlebih dahulu, setelah itu potong kue oleh guru-guru. Banyak siswa-siswa memberikan hadiah untuk guru-guru kesayangannya terlebih buat wali kelas. Hadiah mereka memang kecil tapi sudah pasti sangat berarti bagi guru yang bersangkutan. Seperti bunga, kue, coklat dan ungkapan kasih sayang dan terimakasih lainnya.

Itulah kali pertama aku merayakan hari guru. Di sekolahku dulu aku tak pernah merayakan hari guru dan memberikan hadiah untuk guru. PPL ini lah aku memberikan hadiah juga untuk guru-guru dan guru pamong. Bersama-sama kami iuran membeli bunga, temanya “Seribu Bunga Untuk Guru” tulisannya “Happy Teacher’s Day, We Love You, bye: PPL UIN Suska 2017”.

Jangan lupa klik Like,Comment and Subscribe youtube channel aku. Stalking Ig: @mujawarohannafi

Nge Camp bersama Fopersm4 di Desa Wisata Buluh Cina

Buluh Cina? di mana itu? bagi mahasiswa UIN Suska Riau pasti sudah tidak asing dengan nama Buluh Cina. Tapi Buluh Cina yang aku maksud di sini bukanlah jalan Buluh Cina yang merupakan jalan menuju kampus kita tercinta UIN Suska Riau, tetapi sebuah desa yang terletak di kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Desa Wisata Buluh Cina jaraknya tidak jauh dari Pekanbaru. Hanya 15 menit dari Marpoyan Damai melalui jalan Pasir Putih. Tetap berada di jalur Pasir Putih, lurus terus jangan berbelok hingga ada pertigaan, jika belok kiri kamu akan sampai di Jalan Lintas Sumatera, jika lurus terus kamu akan sampai di Desa Buluh Cina. Tak perlu bingung karena nanti kamu akan bertemu gerbang di sebelah kanan yang bertuliskan Selamat Datang di Desa Wisata Buluh Cina.

Jika ingin menikmati perjalanan yang lebih seru lagi, jangan sungkan untuk menyeberang. Cukup bayar Rp. 3000 kamu dan motormu sudah bisa sampai seberang. Pergilah ke Pulau, kamu juga bisa nge-camp di sini bareng teman-temanmu. Aku bersama Forum Pers Mahasiswa Riau (Fopersm4), nge-camp selama satu malam untuk menentukan siapa koordinator Fopersm4 selanjutnya.

Sampai di Pulau kami mendirikan tenda sambil menikmati sunset sore itu hingga malam tiba. Kami menikmati malam yang damai bersama iringan suara jangkrik dan suara hewan malam yang merdu kami bermain-main dan bercengkerama memainkan permainan Werewolf yang lumayan seru sebelum dimulainya Musyawarah Tahunan (Mustah).

Usai Mustah yang diiringi rintik-rintik hujan dan Yusrialis terpilih menjadi koordinator Fopersm4, kami melanjutkan permainan, beberapa beristirahat di dalam tenda, sedang yang lainnya duduk-duduk menatap bulan yang kala itu sedang purnama di tempat yang indah berbentuk hati yang terbuat dari bambu. Sayangnya ketika kami pergi ke sini saat itu sedang musim hujan sehingga sebagian pulau tertutup air. Katanya jika musim kemarau air surut dan pulau akan terlihat seperti pantai, serta bisa memasang tenda di situ. Tapi ini pun menurutku sudah waw

Berbekal penerangan handphone kami menghabiskan malam dengan damai, merebus ubi dan pisang. Semua terasa menyenangkan. Meskipun kami belum kenal semuanya tapi rasa keleluargaan terjalin dengan sendirinya.

Keesokan paginya, kami membereskan tenda dan membersihkan lokasi agar kami pergi tanpa meninggalkan secuil sampah. Setelah itu perjalanan di teruskan ke Danau Tanjung Putus, mendayung perahu dan yang lainnya berjalan-jalan menaiki gajah tentunya bersama pawang gajah.

Danau Tanjung Putus, danau yang cukup lebar untuk bersampan ria di sana. pergi ke tengah-tengah danau untuk sekadar duduk di pondok terapung yang merupakan satu-satunya pondok kecil di tengah danau. Atau hanya untuk sekadar berselfi ria.

Pemandangan di sekitar danau juga tak kalah menarik, terdapat pohon-pohon besar dan rindang yang cocok buat kamu si hobi selfie.

ig: @mujawarohannafi

Sekelumit Kisah Feels Like Two Years (Novel KKN)

Di suatu hari yang biasa-biasa saja, di tengah kesibukan memperingati hari guru yang jatuh pada tanggal 25 November 2017, datang sebuah pesan dari teman sesama Pers Mahasiswa (Persma) di WhatsApp. Entah mengapa ia mengucapkan selamat dan sebuah schreenshoot pemenang lomba Novel Kuliah Kerja Nyata (PPL). Dalam ss tersebut, digarisbawahi dengan tanda merah nama seorang teman Ade, kuperhatikan sekali lagi, ternyata di atas nama Ulfa hafidzatunnisa ada nama ku, dan mataku bergeser ke arah kanan di sana tertulis FTK dan di sebelah kanan lagi tertulis “Juara 1”.

Serta merta aku langsung bersorak, antara percaya dan tidak percaya. Entah  bagaimana aku bisa menyabet juara satu, yang tak pernah terpikir olehku sebelumnya. Benar-benar jauh dari ekspektasi, aku tak pernah berharap setinggi itu.

Feels Like Two Years, sebuah tulisan yang aku tulis empat hari sebelum deadline. Memang aku sudah merencanakan untuk mengembalikan uang ku yang hangus dipakai untuk modal KKN, minimal separoh jadilah.

Awalnya aku memang berencana mengikuti kompetisi ini sejak awal sebelum dimulai KKN, rencana kan memang rencana, ketika di posko maunya sambil nulis. Tapi entah saking sibuk atau saking malasnya bukannya nulis malah asik nonton film-film di laptop temanku.

Special thanks buat teman-teman KKN yang banyak memberikan pencerahan, penguatan, motivasi kala hati sedang terpuruk menyesali takdir yang memilihku.

Terimakasih juga buat sahabatku yang selalu setia mendengar cerita keluh kesah selama KKN, tanpa kamu mungkin aku akan merana di negeri orang.

Berikut sekelumit kisah yang berhasil kutiliskan dalam bentuk novel yang tak seberapa ini. Download

Saat menulis kubaca tanggal terakhir penyerahan naskah. Di situ tertulis 31 September 2017, ku lihat di kalender ponsel ku, ternyata tanggal tersebut adalah hari sabtu. Sepanjang pengalamanku berurusan dengan pegawai UIN, sudah bisa dipastikan di hari itu kantor LPPM pasti libur. Aku chat panitia yang bersangkutan. Saat itu hari jumat pagi, panitia mengatakan bahwa hari terakhir pengumpulan tidak hari sabtu, melainkan hari jum’at. Dia mengatakan akan menunggu naskah dari peserta selambat-lambatnya pukul 16.30 WIB.

Langsung ku kerjakan dengan terburu-buru novel yang baru setengah jadi tersebut. Bagaimana tidak? Minimal peserta harus mengirimkan naskah minimal 50 halaman untuk sebuah novel, sementara aku masih butuh sekitar 20 halaman lagi untuk novelku. Oh Tuhan ini benar-benar membuatku stres. Tak mungkin aku menyia-nyiakan 40 halaman yang kukejar selama tiga hari ini. Dengan memutar otakku yang tak seberapa ini akhirnya aku bisa menyelesaikan novelku sebanyak 57 halaman kalau tidak salah.

Kembali ku cek persyaratan pengumpulan. Sampul warna biru, tulisan times new roman dan tetek bengeknya. Semua sudah rampung, beruntung aku sudah mendesain cover untuk novelku dua hari yang lalu. Tinggal print dan beres.

Sampul berwarna biru, bergambar aku dan tiga orang temanku yang tengah naik motor, barangkali makhluk jaman now mengatakan cabe-cabean tapi terserahlah. Aku tak peduli.

Alhamdulillah aku berhasil menyelesaikan novelku dan mengantarkannya ke LPPM tepat pukul 16.26 WIB ketika aku mengecek jamku. Masalah isi itu urusanku, masalah hasil itu urusan juri. Begitu batinku.

Full Day School dalam Pandangan Siswa

Full Day School atau bisa dikatakan sebagai sekolah dari pagi hingga sore memang memberikan polemik tersendiri di dunia persekolahan. Banyak yang setuju dan banyak yang tidak setuju. Terjun di dunia pendidikan adalah hal baru bagi saya sebagai mahasiswa Program Pengalaman Lapangan (PPL).

Pernah suatu ketika saya tengah duduk-duduk di sofa yang ada di teras sekolah. Kala itu waktu menunjukkan pukul 14.30, dengan wajah ngantuk dan basah sehabis mencuci muka, siswa tersebut dating menghampiriku.

“Kapanlah saya bisa tidur siang bu?, saya capek buk, ngantuk. Kalau tidur di kelas nanti nama saya dicatat di jurnal bu,” Tutur salah seorang siswa kelas VII. “Kenapa sekolah sampai sore bu?, gak masuk semua pelajaran yang dijelaskan guru, sampai rumah capek,” tambahnya.

“Ya udahlah balik lagi ke kelas, nanti dicariin guru,” jawabku disertai kalimat-kalimat motivasi agar ia mau kembali masuk ke kelasnya.

“Malas saya bu, gak masuk ke otak saya. Ngantuk bu,”

Akhirnya setelah mendengarkan curahan hati siswa tersebut, dan diberi sedikit nasehat dan cerita singkat, anak bertubuh kecil ini mau mendengarkan dan mau kembali ke kelasnya.

“Inilah ngapa saya tak besar-besar bu, kurang tidur,” katanya sambil berlalu.

***

Menjadi guru PPL tidak hanya harus masuk ke kelas yang telah diberikan sekolah. Adakalanya guru rapat, guru sakit atau sedang berhalangan. Maka guru PPL wajib mengisi kelas kosong tersebut. Inilah hal yang paling tidak aku sukai ketika PPL. Akan lebih baik bila guru yang berhalangan memberikan titah apa yang harus dilakukan di dalam kelas. Apabila tidak memberikan wasiat maka aku harus memutar otak agar dua jam pelajaran tidak berlalu dengan anak yang lari-lari dan bernyanyi tidak karuan di kelas.

Untuk itulah, setelah googling sebelum masuk kelas IX.2 akhirnya aku memutuskan untuk menerapkan diskusi di kelas ini. Ketika itu pelajaran Kewarganegaraan, guru yang bersangkutan tengah sakit dan tidak meninggalkan titah apa-apa untuk pengganti sementara.

Perlu kamu tahu beberapa hal kawan, setelah beberapa kali masuk ke kelas ini, akhirnya aku menyimpulkan kelas XI.2 mayoritas bersikap sok cool, dingin dan misterius, padahal mereka sangat manis. Ini hanya pendapat pribadi. Aku tak tahu, entah karena tak suka pelajarannya, entah tidak suka dengan guru PPL atau entah karena apa.

Kembali ke Full Day School, ku putuskan ini akan menjadi tema diskusi bersama anak-anak ini. Kubagi menjadi empat kelompok, sistemnya sistem debat. Dimana aku mengelompokkan dua kelompok sebagai kelompok yang pro dan dua kelompok kontra.

Setelah berdiskusi selama 15 menit mereka dipersilahkan megutarakan hasil diskusi bersama kelompoknya, lalu kelompok kontra menanggapi kelompok pro dan begitu terus secara bergantian. Jauh pasak daripada tiang. Bukannya berjalan sesuai dengan harapan, mereka malah bertengkar terkait tema yang kuambil ini. Aku sebagai moderator di mata mereka mungkin diangap sama dengan lemari di samping papan tulis. Tak dihiraukan.

“Pendapat kami tentang Full Day School adalah, dalam proses belajar setiap hari banyak membahas materi, lebih padat dan lebih detail. Proses belajar mengajar pun lebih efektif. Murid-murid juga dapat fokus pada materi yang disampaikan. Selain itu proses belajar selama lima hari itu lebih bagus, dan pada hari jumat siswa-siswi dapat fokus pada kegiatan ekstrakulikuler mereka, serta dapat mengembangkan keahlian, berprestasi di bidangnya masing-masing, dan pada hari sabtu mereka dapat beristirahat dan jalan-jalan bersama keluarga,” ungkap perwakilan kelompok pro.

Setelah dipersilahkan untuk menanggapi kelompok tiga kontra pun berorasi. “Kami tidak setuju dengan adanya Full Day School, karena kami butuh refresing diri, kami butuh istirahat. Belajar sampai sore itu membuat kami bosan dan sampai-sampai kami tertidur di kelas. Jika ada Full Day School seharusnya kami tidak diberi tugas lagi, karena sampai di rumah kami butuh istirahat. Jika kami kekurangan istirahat, kami akan sakit. Oleh karena itu berilah kami sedikit istirahat dengan membatalkan Full Day School. Karena kami bukan Robot Pak!.”

Belum sempat diberi waktu untuk menanggapi, kelompok pro tidak terima dengan argumentasi kelompok kontra. “Kalau kau mau tidur, tidur aja di rumah. Tak usah sekolah di sini,”

“Ya nggak bisa gitu, kami butuh istirahat. Capek sekolah sampai sore,” jawab kelompok kontra.

“Pulang saja kau, tak usah sekolah,” sela kolompok pro.

Aku yang berteriak menengahi mereka pun tak digubris sedikit pun. Bukannya berjalan sesuai kata moderator, mereka malah main hakim sendiri. Setelah suara ku ku maksimalkan fungsinya akhirnya aku bisa kembali menguasai kelas, di saat-saat langka ini aku segera menghentikan perdebatan yang kalau tidak segera dihentikan akan memicu perkelahian. Ku kumpulkan semua hasil diskusi mereka, dan segera mereka kembali ke tempat duduk masing-masing. Beruntung waktu sebentar lagi habis, dan pelajaran setelahnya adalah tahfiz. Mereka pun beranjak dan mengambil al-Qur’an untuk memantapkan hafalannya.

Alhamdulillah, dalam hati aku bersyukur.

@mujawarohannafi (Ig)

Silabus Matematika Kelas VIII SMP/MTS Kurikulum 2013 Semester Genap

 Untuk mendapatkan file dalam bentuk Word silahkan klik Download Silabus

Mata Pelajaran       : Matematika

Kelas                         : VIII

Semester                  : Genap

Alokasi waktu         : 5 JP/Minggu

 

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

 

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini.

 

Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
3.5  Menjelaskan sistem persamaan linear dua variabel dan penyelesaiannya yang dihubungkan dengan masalah kontekstual

 

4.5  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel

Persamaan Linear Dua Variabel

·          Penyelesaian persamaan linear dua variabel

·          Model dan sistem persamaan linear dua variable

·      Mencermati permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan linear dua variabel

·      Mengumpulkan informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan hubungan antara persamaan linear dua variabel dan persamaan garis lurus

·      Mencermati cara membuat model matematika dari permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan cara menyelesaikannya

·      Mengumpulkan informasi tentang ciri-ciri sistem  persamaan linear dua variabel yang memiliki satu penyelesaian, banyak penyelesaian, atau tidak memiliki penyelesaian

·      Menyajikan hasil pembelajaran tentang persamaan persamaan linear dua variabel, dan sistem persamaan persamaan linear dua variabel

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan linear dua variabel dan sistem persamaan linear dua variabel

3.6  Memeriksa kebenaran teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

 

4.6  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

Teorema Pythagoras

·          Hubungan antar panjang sisi pada segitiga siku-siku

·          Pemecahan masalah yang melibatkan teorema Pythagoras

·      Mencermati permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan teorema Pythagoras. Misal: bentuk rangka atap, tangga, tali penguat tiang menara.

·      Melakukan percobaan untuk membuktikan kebenaran teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

·      Menyajikan hasil pembelajaran teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penerapan terorema Pythagoras tripel Pythagoras

3.7  Menurunkan rumus untuk menentukan keliling dan luas daerah lingkaran yang dihubungkan dengan masalah kontekstual

 

3.8  Menjelaskan sudut  pusat, sudut keliling, panjang busur, dan luas juring lingkaran, serta hubungannya

 

3.9  Menjelaskan garis singgung persekutuan luar dan persekutuan dalam dua lingkaran dan cara melukisnya

 

4.7  Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan keliling lingkaran dan luas daerah lingkaran

 

4.8  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sudut pusat, sudut keliling, panjang busur, dan luas juring lingkaran, serta hubungannya

 

4.9  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan garis singgung persekutuan luar dan persekutuan dalam dua lingkaran

Lingkaran

·           Lingkaran

·           Unsur-unsur lingkaran

·           Hubungan sudut pusat dengan sudut keliling

·           Panjang busur

·           Luas juring

·           Garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran

·           Garis singgung persekutuan luar dua lingkaran

·      Mencermati peragaan atau pemodelan yang berkaitan lingkaran serta unsur-unsur lingkaran

·      Mencermati masalah atau bentuk benda-beda di sekitar yang berkaitan dengan lingkaran

·      Melakukan percobaan untuk menemukan rumus keliling lingkaran, panjang busur, luas juring, dan garis singgung persekutuan (dalam dan luar) antara dua lingkaran

·      Mencermati cara melukis garis singgung lingkaran dan garis singgung persekutuan antara dua lingkaran menggunakan jangka dan penggaris

·      Menyajikan hasil pembelajaran tentang lingkaran dan garis singgung lingkaran

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan lingkaran dan garis singgung lingkaran

3.10   Menurunkan rumus untuk menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar (kubus, balok, prisma, dan limas)

 

3.11   Menjelaskan hubungan antara diagonal ruang, diagonal bidang, dan bidang diagonal dalam bangun ruang sisi datar

 

4.10   Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan  luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar (kubus, balok,  prima dan limas), serta  gabungannya

 

4.11   Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang sisi datar menggunakan hubungan diagonal ruang, diagonal bidang, dan bidang diagonal

Bangun Ruang Sisi Datar

·      Kubus, balok, prisma, dan limas

·      Jaring-jaring:

Kubus, balok, prisma, dan limas

·      Luas permukaan: kubus, balok, prisma, dan limas

·      Volume: kubus, balok, prisma, dan limas

·      Menaksir volume bangun ruang tak beraturan

·      Mencermati model atau benda di sekitar yang merepresentasikan bangun ruang sisi datar

·      Melakukan percobaan untuk menemukan jari-jari bangun ruang sisi datar

·      Melakukan percobaan untuk menemukan rumus luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar

·      Menyajikan hasil pembelajaran tentang bangun ruang sisi datar

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang sisi datar

3.12   Menganalisis data berdasarkan distribusi data, nilai rata-rata, median, modus, dan sebaran data untuk mengambil kesimpulan, membuat keputusan, dan membuat prediksi

 

4.12   Menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan distribusi data, nilai rata-rata, median, modus, dan sebaran data untuk mengambil kesimpulan, membuat keputusan, dan membuat prediksi

Statistika:

·           Rata-rata, median, dan modus

·     Mengambil keputusan berdasarkan analisis data

·     Membuat prediksi berdasarkan analisis data

·      Mencermati penyajian data dari berbagai sumber media koran, majalah, atau televisi

·      Mencermati cara menentukan rata-rata, median, modus, dan sebaran data

·      Menganalisis data berdasarkan ukuran pemusatan dan penyebaran data

·      Mencermati cara mengambil keputusan dan membuat prediksi bersarkan analisis dan data

·      Menyajikan hasil pembelajaran tentang ukuran pemusatan dan penyebaran data serta cara mengambil keputusan dan membuat prediksi

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan ukuran pemusatan dan penyebaran data serta cara mengambil keputusan dan membuat prediksi

3.13   Menjelaskan peluang empirik dan teoretik suatu kejadian dari suatu percobaan

 

4.13   Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peluang empirik dan teoretik suatu kejadian  dari suatu percobaan

Peluang

·      Titik sampel

·      Ruang sampel

·      Kejadian

·      Peluang empirik

·      Peluang teoretik

·      Hubungan antara peluang empirik dengan peluang teoretik

 

·      Mencermati permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan peluang empirik dan peluang teoretik

·      Mencermati ruang sampel dari peluang teoretik dan titik sampel dari suatu kejadian pada suatu ruang sampel

·      Melakukan percobaan untuk menemukan hubungan antara peluang empirik dengan peluang teoretik

·      Menyajikan hasil pembelajaran peluang empirik dan peluang teoretik

 

Tim Pengembang:

Mujawaroh Annafi (11415201127)

Siti Masithoh Nur Arrahmin (11415201150)

INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Nama Guru                         : Alfin Hidayatur Rahmika, S.Pd

Jabatan                                : Guru Matematika

Nama Sekolah                    : Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indragiri Hilir

Waktu Wawancara            : Senin, 10 Juni 2017 (via telepon)

 

Pembelajaran di Indonesia saat ini menggunakan kurikulum 2013, dimana siswa dituntut untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Hal ini juga berdampak pada pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika dewasa ini, dituntut untuk menitikberatkan pembelajaran dengan siswa sebagai pusat pembelajaran (stundent center).

Alfin Hidayatur Rahmika, S.Pd, guru matematika di MAN 1 Indragiri mengungkapkan bahwa, pembelajaran matematika di sekolahnya saat ini sudah mengikuti kurikulum 2013. Kendati demikian masih ada guru di MAN 1 Indragiri yang masih menggunakan sistem ceramah sebagai metode mengajarnya. Menurutnya metode ceramah belum bisa ditinggalkan apalagi bagi guru-guru senior. Hal ini disebabkan karena metode ceramah dianggap metode paling efektif. Sedangkan untuk guru-guru yang masih terbilang muda sudah mulai menerapkan strategi dan metode baru untuk mewujudkan kurikulum 2013.

Menurut Alfin, kendala sebenarnya dari pembelajaran matematika adalah pada metode ceramah. Menurutnya metode ceramah akan efektif jika dilakukan pada jam pelajaran pagi dengan waktu 2 x 45 menit sementara mata pelajaran matematika saat ini memiliki waktu 3 x 45 menit. “Lebih dari itu tidak akan efektif,” ujarnya. Alfin bercerita ia pernah menggunakan metode  ceramah pada jam pelajaran siang dari pukul 1:30-2:45 WIB karena materi dirasa cukup sulit apabila dikerjakan secara berkelompok. Alih-alih paham siswa malah terlihat letih, lesu dan tidak bersemangat. “Kalau digunakan waktu siang, itu nggak cocok,” tambahnya.

Kendala lain yang ia hadapi selama menjadi guru matematika adalah siswa itu sendiri, Alfin menuturkan kebanyakan siswa tidak menyukai matematika. Hanya sekitar 30-40% siswa yang menyukai matematika, selebihnya menganggap belajar  matematika hanya sebagai formalitas saja.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Alfin menggunakan inovasi di bagian strategi pembelajaran, ia menggunakan cara komposisi, cerdas cermat antar kelompok atau individu dan menggunakan pembelajaran kelompok yang lebih berinovasi seperti jigsaw, colaborative learning dan lain-lain. “Jadi pembelajaran selama tiga jam di kelas tidak terasa panjang,” ungkapnya.

Setelah menggunakan strategi dan metode pembelajaran yang bervariasi, Alfin mengaku siswanya mengalami perubahan yang signifikan terkait minat mereka dalam belajar matematika.

***

Nama Guru                        : Lisna Syafitri, S.Pd

Jabatan                               : Guru Matematika

Nama Sekolah                   : MTs Sabilal Muhtadin Tembilahan

Waktu Wawancara           : Minggu, 11 Juni 2017 (via Whats App)

Terkait inovasi dalam pembelajaran matematika, Lisna Syafitri, S.Pd guru matematika MTs Sabilal Muhtadin menjelaskan bahwa di sekolahnya terdapat beberapa kendala yang membuatnya sulit mengadakan inovasi ataupun variansi dalam pembelajaran matematika.

Hal ini didasarkan karena banyak siswa yang berasal dari desa yang kemampuan dasar matematikanya belum cukup dan menjadikan kendala tersendiri bagi guru. “Sulit menggunakan inovasi baru, karena dasarnya mereka belum menguasai,” ungkapnya.

Mengatasi hal tersebut, Lisna memilih mengajar menggunakan metode ceramah, karena ia menilai metode ceramah adalah metode yang tepat untuk mengajar matematika agar memudahkan siswa untuk belajar dan membantu siswa mengulang kembali dasar-dasar matematika.

Menurut Lisna, inovasi dari sekolah memang tidak ada dan semuanya tergantung dari masing-masing guru yang mengajar. Lisna mengaku ia  belum mendapatkan inovasi pembelajaran seperti apa yang sesuai dengan karakteristik siswa. “Pengalaman mengajar belum banyak, karena saya masih baru menjadi guru,” tuturnya.

Lisna juga menjelaskan, berdasarkan pengalaman yang telah ia peroleh selama Program Pengalaman Lapangan (PPL), sekolah-sekolah yang sudah bagus kebanyakan pembelajaran menggunakan inovasi-inovasi yang bervariasi, anak-anak di sekolah tersebut ketika diajarkan dengan metode ceramah menjadi tidak efektif, karena kebanyakan dari mereka hanya bermain-main dan tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru karena mereka merasa sudah memahami materi yang diajarkan. “Kalau siswanya seperti ini, lebih baik menggunakan inovasi agar mereka tidak bosan,” tutupnya.

***

Ditulis oleh: Mujawaroh Annafi (11415201127)