PROFIL INDRA SJAFRI PELATIH TIMNAS U-19

Nama Lengkap : Indra Sjafri
Tempat Lahir: Lubuk Nyiur, Batang Kapas,Pesisir Selatan, Sumatera Barat
Tanggal Lahir: 2 Februari 1963
Kebangsaan: Indonesia
Pendidikan: SMA Negeri 2 Padang, Universitas Andalas, Fakultas Ekonomi

Biografi

Indra Sjafri lahir di Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada 2 Februari 1963 adalah seorang mantan pemain sepak bola yang kemudian menjadi pelatih sepak bola Indonesia. Indra Sjafri dipercaya menjadi pelatih Timnas Junior Indonesia (PSSI), seperti Timnas U-12, U-17 dan U-19 yang dijuluki Garuda Muda.
Indra Sjafri membawa timnas junior merebut trofi juara pada turnamen sepak bola tingkat Asia, yaitu pada HKFA U-17 dan HKFA U-19 di Hongkong. Sejak Mei 2009, Indra bertugas sebagai instruktur dan pemandu bakat di PSSI. Indra merupakan mantan pemain sepak bola (posisi gelandang) yang pernah membela PSP Padang pada tahun 1980-an, ia juga pernah menangani klub sepak bola dari ibukota provinsi Sumatera Barat itu sebagai pelatih.
Pada 22 September 2013, Indra Sjafri sukses membawa tim Timnas Indonesia U-19 menjuarai Turnamen Kejuaraan Piala AFF U-19 2013 setelah mengalahkan Vietnam dalam pertandingan dramatis yang berujung adu penalti, dimana tim Indonesia menang dengan skor 7-6. Gelar juara ini merupakan gelar pertama Indonesia sejak 22 tahun terakhir dimana Indonesia tidak pernah meraih satupun gelar juara baik di level Asia Tenggara maupun level yang lebih tinggi.
Tak lama setelah Kejuaraan Piala AFF U-19, Indra Sjafri kembali mengawal Timnas U-19 dalam kejuraan Piala Asia, AFC U-19. Laga perdana mereka melawan Laos pada 8 Oktober 2013 berakhir manis, Timnas U-19 menang telak atas laos 4-0.
Laga kualifikasi piala Asia U-19 berikutnya melawan Korea Selatan, Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri berhasil mengalahkan juara bertahan Piala Asia 12 kali, Korea Selatan dengan skor 3-2, membuat Timnas U-19 menjadi Juara Group G Kualifikasi AFC U-19 dan mengantarkan Timnas U-19 ke Piala Asia U-19 2014 Oktober mendatang di Myanmar.

Sebelum menjadi pelatih, Indra Sjafri berprofesi sebagai kepala kantor pos. semua bermula ketika Indra Sjafri muda masuk dalam tim Pra PON Sumatera Barat di tahun 1985.
Ketika itu, hati kecilnya berontak melihat banyaknya pemain yang punya kemampuan individu di atas rata-rata namun susah mendapat tempat untuk membela Merah Putih di kancah internasional. Karenanya, Indra Sjafri akhirnya memutuskan fokus jadi pelatih setelah pensiun sebagai Kepala Kantor Pos di sebuah kota di Sumatera Barat.
Setelah lulus pendidikan pelatih berlisensi A, Indra Sjafri pun mulai bergerilya ke daerah-daerah terpencil. Tak kurang dari 43 daerah yang sudah dikunjungi demi mencari bibit terbaik untuk Indonesia. Aktivitas mendatangi daerah-daerah di seluruh pelosok tanah air itu ternyata memang jadi 3 misi yang diembannya. Selain untuk menyeleksi langsung pemain-pemain di daerah yang selama ini luput dari radar talent scouting PSSI, juga untuk membangkitkan gairah sepakbola dan menularkan ilmu kepelatihan yang didapat Indra Sjafri untuk menyamakan persepsi pembinaan.
Indra Sjafri rela mengeluarkan ongkos pribadi ketika di masa-masa kelam dimana gajinya selama 7 bulan tak kunjung cair hanya demi mencari potensi terbaik dari seluruh penjuru negeri. Kini dengan rekonsiliasi yang terjadi, dia berharap seluruh stake holder di sepakbola bisa bersatu lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s