naskah drama 8 orang pemain “JAMILAH BUDAK KAMPUNG”

DRAMA
PENYESALAN JAMILAH

Budi ardi : Tuan Besar
Faridatul Muslimah : Nyonya Besar
Marsela : Jamilah
Tanni : Narator
Sartika : Bu De
Sudirman : Anak sekolah
Burhanudin : Satpam
Mujawaroh Annafi : Si Mbah

Disebuah pelosok kampong tinggallah seorang nenek dengan cucunya yang bernama Jamilah, Jamilah sudah tidak sekolah lagi. Suatu hari Jamilah berkeinginan pergi ke kota Jakarta untuk bekerja.dan keinginan jamilah tersebut diutarakan sama si mbah saat si mbah membuka bungkus tempe.
Jamilah : Mbah coba tengok bungkusan tempe itu Mbah.(sambil menunjuk bungkusan tempe)
Si Mbah : emange ono opo to nduk?
Jamilah : ini lo mbah nampaknya ada lowongan kerja dijakarta jadi pembantu rumah tangga.
Si Mbah : oalah to nduk_nduk kamu mau jadi itu opo to.? Apalagi kalau kamu pergi kejakarta. Jadi pembnantu lagi.
Jamilah : ya usaha dulu to Mbah. Ijinin yo mbah.
Si Mbah : pokok e ngak boleh, Jakarta tug gx baek pa lagi jdi pembantu,
Tiba-tiba bu de tetangga si Mbah datang bertamu.
Bu de : assalamu”alaikum
Si Mbah : wa’alaikum salam
Bu de : ini kenapa to Mbah koq ribut-ribut dari luar koq sampai kedengeran.
Si Mbah : ini lho, Jamilah maw kerja dijakarta jadi pembantu
Bu de : Jamilah,Jamilah dengerin Bude mu nie, Jakarta tu ndak baek, Jakarta tuh kejam Bude dan Mbah mu ni ngak mau kamu kenapa-kenapa.
Jamilah : kenapa emangnya Bu de, masalah buat Bu de.? Ngak kan
Si Mbah : Jamilah!!!! Jangan bicara begitu sama Bu de mu, ngak sopan itu.
Jamilah : pokoknya Jamilah tetap mau pergi ke Jakarta, si Mbah sama Bu de ngak ngijinin juga gx apa-apa, Jamilah tetap mau pergi, yang jelas Jamilah dah bilang ma si mbah (sambil pergi)
Keesokan harinya, Jamilah memang benar-benar pergi ke Jakarta dengan bekal seadanya.
Sesampai Jamilah di Jakarta…………….
Jamilah : waduh.. ternyata Jakarta itu bener-bener besar, gedongnya wwiiizzzz gede banget. Di Koran ini tulisannya, JALAN BATOK MULAMAH LORONG TEMPURUNG MUREP NO.103 JAKARTA SELATAN (sambil membaca Kertas bungkus tempe)
Dijalan Jamilah bertanya kepada seorang anak pelajar yang baru pulang sekolah yang kebutal lewat dijalan itu.
Jamilah : dek,dek mau nayak, JALAN BATOK MLUMAH LORONG TEMPURUNG MUREP NOMOR SERATUS TIGA JAKARTA SELATAN itu dekat mana ya dek,.?(sambil baca alamat dikoran)
Sudirman : dari sini mbak lurus aja nati ada pertigaan belok kanan setelah itu belok kiri nah disitu jalan batok mlumah cari saja lorong yang mbak mau tuju.
Jamilah : koq susah temen to dek. Mumet . tapi yo ndak apa-apa. Betol kan nie dek,
Sudirman : oh jelas itu
Setelah sekian lama mencari alamat tersebut akhirnya Jamilah menemukan juga rumah yang ditujunya.sesampai dirumah besar itu Jamilah bertemu seorang satpam
Jamilah : walah, walah rumah koq gede tenan to omah opo istana ki, koyo neng tipi-tipi
Satpam : siapa kamu, kamu siapa?
Jamilah : saya Jamilah dari kampung mau cari kerja alamat ini? (sambil menyodorkan alamat)
Satpam : owh, betol sekali ini rumahnya, ayo masuk (sambil membuka gerbang)
Jamilah bertemu dengan nyonya besar dan lansung diterima
Nyonya : Jamilah, kamu kerja sesuai dengan apa yang harus dikerjakan seorang pembantu
Jamilah : nggih, nyonya
Kemudian tuan besar besar pulang dari kantor dan terkejut melihat Jamilah
Tuan : hey,kamu siapa, siapa kamu?(menunjuk jamilah)
Nyonya : owh papi udah pulangnya,(dari dalam menuju kearah papi) ini lho pi,pembantu baru kita Jamilah namanya
Jamilah : ealamat malam tuan
Jamilah sangat betah tinggal disitu sehingga pada suatu hari
Nyonya : pi, mami mau pergi arisan lepas dari arisan mami mau kerumah ibu sekalian, nginap dsana besok lusa baru pulang, tak apa-apa kan pi.
Tuan : iya lah mi, mami hati-hati ajha yea
Pada sore harinya sepulang dari kantor tuan besar duduk-duduk diruang tamu sambil memperhatikan jamilah pembantunya
Tuan : Jamilah, gadis kampong !!! koq cantik juga nya!!
Jamilah Jamilah kesini sebentar (memanggil )
Jamilah : iya tuan , ada yang bisa Jamilah bantu
Tuan : tolong bikinkan saya dua gelas teh yea?
Jamilah : 2 gelas?
Yang satu buat siapa tuan?(bingung)
Tuan : sudahlah bikinkan sana
Jamilah : yea tuan
Jamilah membuat membuat dua gelas teh
Jamilah : ini tuan teh nya
Tuan : Jamilah,tolong ambilkan handphone saya dikamar,
Jamilah masuk mengambil handpone tuan besar, diruang tamu tuan besar menaruh sesuatu di gelas teh satunya
Jamilah : ini hp-nya tuan
Tuan : yea taruh disitu, hmmmm Jamilah temani saya minum teh ini,
Jamilah : tapi. Tuan
Tuan : udah lah, ayo minum
Jamilah meminum the tersebut dan akhirnya Jamilah pingsan dan dbawa tuan kekamarnya. Setelah kejadian itu tuan besa meminta Jamilah tutup mulut atas semua kejadian itu.
4 bulan kemudian…………
Jamilah : (muntah-muntah dikamar mandi)
Nyonya : kamu kenapa Jamilah? Sakitnya
Jamilah : saya ndak tau nyonya, perut saya mual sekali
Nyonya : ya sudah nanti kita kedokter ya
Jamilah : iya Nyah…
Sepulang dari dokter nyonya besar marah-marah dengan Jamilah karena Jamilah hamil
Nyonya : apa yang sudah kamu lakukan Jamilah? Dengan siapa? Kenapa kamu bisa jadi seperti ini?
Jamilah : maafkan saya nyah.,, sebenar nya saya, saya berbuat dengan tuan nyah,(sambil terbata-bata)
Nyonya : aaaaaappppaaa,. (kanget)
Tiba-tiba tuan besar datang…
Tuan : itu tidak benar mi, mana mungkin papi berbuat sekeji itu dengan wanita kampong, pembantu lagi. Itu fitnsh mi, FITNAH
Nyonya : Jamilah… saya kira kamu ini wanita baik-baik, ternyata kamu itu wanita hina, murahan, tak tahu diri, suka memfitanh, mulai sekarang kamu saya pecat, silahkan kamu kemasi barang-barng kamu!!
Jamilah pun pergi dari rumah iti, dan memutuskan untuk pulang kampung, sesampainya dikampung jamilah menemuai bude dan si mbah nya yang sedang duduk-duduk diteras rumah.
Jamilah : si Mbah …. Bu de…(sambil menangis)
Si Mbah : Jamilaaah…..
Bu de :Jamilah, kok perut kamu besar gitu… kamu tidak… kamu ndak….? Jangan-jangan kamu………? (tergagap gagap)
Jamilah : maafkan milah mbah, milah ndak bisa jaga diri mbah.. milah akan jadi ibu mbah!!!
Simbah : APA? KAMU….KAMU….. mbah ndak percaya ndok… PERGI KAMU DARI SINI. Si Mbah ndak sudi melihat kamu lagi… mulai sekarang jangan pernah kamu anggap simbah pernah jadi nenek kamu. PERGI!!!!!!!!!!!
Dengan berlinangan air mata Jamilah pun pergi dari rumah simbah. Sampai disebuah tempat . Jamilah memutuskan untuk bunuh diri.
Jamilah : sudah tidak ada gunanya aku hidup lagi. Aku sudah mengecewakan semua orang. Aku sudah jadi sampah masyarakat. (sambil mengeluarkan pisau dari dalam tasnya. Jamilah menikam perutnya sendiri)
Akhirnya Jamilah pun meninggal
PENYESALAN ITU TAK ADA GUNANYA
KITA HARUS BISA MENJAGA DIRI SENDIRI SEBAIK MUNGKIN
DAN SELALU MENDEGARKAN TITAH ORANG TUA SELAMA ITU TIDAK MENYIMPANG
SEMOGA KISAH INI BISA MENJADI PELAJARAN UNTUK KITA SEMUA…..

BY : MUJAWAROH ANNAFI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s