Tiga Hari Di Bahana Mahasiswa

20150510_155215

Dering hp ku berbunyi ‘klung-klung-klung’, di suatu malam yang sepi. Kubuka dan kubaca ternyata pesan dari grup BBM Gagasan yaitu pesan dari Pinmum yang berbunyi “untuk Nafi dan Ika diharapkan kedatangannya besok jam 5 di sekre Gagasan”.

Dalam hati bertanya-tanya dan akhirnya kutanyakan pada pinmum. Ku ketik di layar ponsel ku sambil bertanya-tanya dalam hati tentang apa yang sebenarnya terjadi, apa kesalahanku, sehingga kami berdua dipanggil untuk datang kesekre. Satu menit berlalu, jawaban dari bang Hafiz (pinmum) menambah laju detakan jantungku, pesan itu berbunyi “datang aja, dan perbanyak do’a dan dzikir,”. Katanya.

Dari pesan itu sebenarnya bisa aku simpulkan bahwa ini bukan lah masalah yang serius, tetapi tidak pernah sebelumnya kami dipanggil seperti itu. Ditambah lagi bahwa kami memang sedang ada permasalahan terkait liputan tentang POTMA yang tak kunjung selesai, tentu nya aku mengira ini terkait dengan masalah POTMA, dan semalaman aku bingung memikirkan apa yang akan terjadi besok, apalagi kak Ika juga bertanya-tanya dan menambah deg-degan jantung ini. Padahal sebelumnya aku santai saja menghadapi ini semua, tetapi semakin dipikirkan lebih dalam, bisa jadi pesan ini mengandung suatu ancaman. Aku hanya bisa berpikir positif “mungkin aja mau naik jabatan,” kataku ke kak ika, sontak saja ia langsung tertawa terbahak-bahak mendengar jawabanku.

Keesokan harinya setelah kita berdua berdiskusi lewat bbm, akhirnya kami memutuskan untuk datang kesekre pukul 11 pagi, sungguh waktu yang terlalu cepat. (kan bang hafiz bilangnya jam 5). Disana bang toni semakin menakut-nakuti “siap-siap ajalah kalian, kemarin ferdy dipanggil bang hafiz dia langsung demam,” bang toni emang kejam. “bang hafiz, ne ha orang tu berdua,” katanya pura-pura ngomong sama bang hafiz, padahal bang hafiz nya tak ada.

Kutanya sana-sini tentang masalah ini di sekre yang pada saat itu hanya ada kami berdua beserta bang saan dan bang toni. Bertanya dengan bang toni membuat hati semakin kalut. Bertanya dengan bang saan sama saja bertanya kepada rumput yang bergoyang. Ia hanya menggelengkan kepala. “tak tau apa-apa aku do, siap-siap ajalah,” katanya.

Waktu berputar, untuk menunggu kedatangan pinmum, hari itu,kami isi dengan menonton youtube yang sedikit banyak menghibur hati kami. Jam menunjukkan pukul 4.15 sore saat bang hafiz datang.

“Bahana mau adakan Diklat Dasar, rencananya kalian berdua yang abang suruh buat pergi jum’at nanti. Acaranya tiga hari, malam minggu nginap disana. Gimana? Kalian mau? Kalau nggak mau ya nggak pa-pa?” kata bang hafiz.

“itu aja bang?” kataku.

“mau tak? Mau ajalah ya, datang aja nanti tu jum’at jam 2 an, kalau pagi masuk,” ujar bang hafiz “abang mau pergi dulu ya… ada urusan” tambahnya.

Ya…. itulah yang dikatakan bang hafiz, seharian kami menunggu dengan was-was ternyata hanya itu yang disampaikan. Nafi ucapkan selamat untuk bang hafiz, bang toni dan bang saan yang berhasil membuat kami gugup selama seharian itu.

Saat itulah kali pertamanya aku mengambil jatah libur kuliah. Sebenarnya jadwal hari sabtu adalah hari libur, tapi dikarenakan mengganti jadwal makanya hari sabtu masuk. Ini membuat pergejolakan hati pada diriku. Awalnya aku berfikir, aku hanya akan mengambil jatah libur di pelajaran kalkulus 2 sks dihari jumat. Dan itu bukanlah masalah bagiku, karena aku belum ada ambil jatah sama sekali. “toh cuman dua” pikirku.

Eee ternyata kosma berkehendak lain, demi memperjuangkan hak liburnya untuk kamis depan (tanggal merah, tapi biasanya tidak libur karena untuk mengganti mata kuliah yang bolong), ia meminta ke dosen teori bilangan untuk masuk hari sabtu empat sks. EMPAT sks bro, bayangkan sekali ambil dua jata sekaligus. Ckckck. Kece badaikan?

Terpaksalah ngelibur, kapan lagi coba bisa dapat kesempatan kayak gini. Kan buat pengalaman gitu ceritanya.

Hari pertama, jumat 8 mei 2015. Pagi masuk sampai jam 12.00. hari sebelumnya bang saan sudah menjanjikan akan mengantar kami ke Bahana mahasiswa UR (Universitas Riau) karena kami tidak tahu jalan menuju kesana, ia menyuruh kami untuk datang jam 2 siang. Setelah keluar aku langsung pulang keasrama, nasib buruk berpapasan denganku. Bodohnya aku yaitu, pergi ke kampus naik sepeda, padahal tadi sudah bilang ke kakak ku kalau aku mau pinjam motor. Terpaksa deh balikkan sepeda dulu balu ambil motor ke kampus lagi. Setelah itu langsung packing dan selesai jam 2 siang, mandi langsung otewe deh.

Sesampainya di sekre gagasan, ternyata bang saan mengingkari janjinya. Berbekal petunjuk lisan yang diberikan bang hafiz kepada kami, akhirnya kami pergi juga ke ur gobah, sempat nyasar sih. Tapi nggak banyak kok.

Sesampainya disana kami disambut dengan baik, meskipun telat berjam-jam (yang harusnya jam 8 datangnya malah jam 2), disana kami langsung mengikuti materi yaitu tentang sejarah Lembaga Pers Mahasiswa

Bahana mahasiswa yang disampaikan oleh alumni Bahana. (untuk bukan sejarah matematika, bisa kelenger pala barbie).

20150509_090828

DJMTD Bahana Mahasiswa UR

Setelah itu masuk ke materi selanjutnya yaitu Straight News dan Feature, yaitu materi yang biasa di setiap diklat dasar jurnalistik tu, tapi di UR namanya Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD). Untung sudah di diklat sebelumnya jadi bisa agak aktif lah dari pada yang lain (ngesok ni ye…)

Malamnya yang nggak kece, dikasih tugas buat nulis straight news sama feature biografi teman. Kalau straight news nggak masalah lah, kan tidak terlalu sulit. Nah kalau feature, nulis aja nggak pernah. Kekmana coba? Bayangkan! Rumangsamu???

Pas nulis straight news lumayan asiklah, wawancara sama ketua panitia yang hmmm lumayan kece lah. Dan diakhir wawancara minta no. Kontak (antara kewajiban dengan modus) hehehe.

Yang mabuk tu ya pas nulis feature, wawancara lama sambil mikir buat nulis fokus tulisannya, tapi karena tuntutan mata yang sudah mulai mengantuk akhirnya otak ku yang bercabang-cabang ini mau bekerjasama setelah bertengkar hebat dengan mata. Akhirny selesai juga feature ku tentang teman aku namanya Sherly, judulnya “Sherli: Ingin Ditonton bukan hanya menonton”. Jangan ditanya isinya yang jelas bagus. Menurut aku tentunya.

Hari kedua kita evaluasi tentang tulisan, nggak seru kalau dibahas. Sama aja kayak evaluasi tiap minggu digagasan. Sayangnya tulisan aku nggak sempat dievaluasi L padahal bagus lo (hehehe).

Sorenya belajar tentang multimedia yaitu mengedit video. Yang buat aku heran tu yaitu pertama kita diajarkan tentang menggunakan movie maker, tapi pas prakteknya kita disuruh menggunakan corel 7, kan nggak kece? Setelah itu kita langsung praktek buat berita video yang seperti di tv, lalu diedit se kece mungkin dengan durasi tidak lebih dari 3 menit dan dengan waktu pengeditan seminimal mungkin (maksudnya waktu pengeditannya tu pendek).

20150509_153325

Ditta n Nafi

Saat itu aku dapat partner dari UR, namanya Ditta dan kami diberikan tugas untuk meliput tentang keadaan lingkungan sekitar UNRI, disini kami ambil judul tentang sampah. Saat aku melihat foto orang lain yang mendapatkan tema kuliner, mereka berfoto didepan kantin, nah sementara kami masa iya kami harus berfoto didepan tempat sampah. Kan gak kece???

Saat pengeditan nya pun agak nyebelin, aplikasinya berat jadi sering stop working terus jadinya hasil nggak maksimal dan video kami lebih terkesan rusak, karena pas diputar nyangkut-nyangkut. Untung aja pengajarnya bilang kalau itu kesalahan panitia. Coba kalau nggak nyangkut, pasti video kami jadi yang terbaik.

Setelah pengeditan video yaitu persiapan simulasi, kami dibagi menjadi empat kelompok yang akan membuat sebuah buletin yang terdiri dari rubrik Laput, Straight News, Feature, dan Hiburan (kalau ada). Persiapan simulasi dimulai dari jam 11 (kalau tak salah) sampai jam 12 malam. Setelah itu kami melakukan simulasi mencari berita dan kami diberi waktu selama dua jam untuk mencari berita, dan 3 jam untuk menulis berita.

Kami juga diberi pamong, yaitu kak Marta, Kak Sarah dan Bang Eko. Kelompok kami terdiri dari, Korlapnya Mulyadi, Layouternya aku, Ditta dan Yona. Kalau aku dapat bagian menulis straight news, Mulyadi dan Yona Laput, Ditta tentang Feature. Aku dan ditta mencari berita bersama-sama, di sepanjang jalan WR. Supratman. Ditempat pedagang Kaki Lima berjualan.

20150510_002754

PKL penjual Sate

20150510_005026

PKL penjual jus

Ditta kayaknya senang sekali mendapatkan tugas feature, dia mencari narasumber yang cukup kece lah, masih SMA. Dan tak lupa pula ia wawancara sambil minum jus.

Kalau aku, dah lupa bawa duit, jalan kesana kesini, tanya sana tanya sini. Dan dapat capek akhirnya jumpa lagi dengan si Ditta. Untung aja Ditta baik hati dan mau berbagi minumnya dengan ku. Cesss segernya jus alpukat.

C360_2015-05-10-03-47-03-197

pamong: kak marta, itulah kondisi saat pengerjaan buletin

Setelah itu kami kembali lagi kesekre Bahana dan mulai mengerjakan buletin kami, semalaman kami bergadang untuk menyelesaikan buletin. Dikejar-kejar deadline, nulis sambil mata terkulai lemas menahan kantuk yang mendera. Dan peringatan waktu yang senantiasa terdengar dari pinmum Bahana. Tapi kami semangat menulisnya meski sempat terjadi percekcokan karena lambatnya penulisan. Dua pamong kami sangat perhatian sementari yang satunya sangat jutek dan seolah-olah tak peduli. Tapi kita keren, kita berhasil menyelesaikannya tepat satu menit sebelum waktu habis. Meski hasilnya jauh dari yang diidam-idamkan. Pukul 5 subuh, lahirlah buletin kami bernama buletin Star News akurat dan terpercaya.

Paginya kami sambung dengan senam bersama didepan sekre. Seru abis tu CFD di jalan Diponegoro, poto-poto, senam lagi dan pulang ke sekre Bahana.IMG_20150510_165924

Acara pagi itu adalah watch and discuss, mungkin karena efek begadang semalaman, semua peserta mengantuk dan tertidur dan memasang tampang kasihan yang membuat panitia tidak tega untuk membangunkan kami. Alhamdulillah aku bisa tidur dengan pulas.

Sorenya evaluasi lagi, seru sih kita jadi saling mengkritik dan menemukan jawaban sebenarnya dan memperbaiki kesalahan-kesalahan dari buletin kami. Nggak serunya kami nggak menang. Yang lebih parah lagi acara selesai pukul 6 sore lewat, sementara rumah kami kan jauh dari gobah ke panam. Ya udah deh jalanin aja… satu-satunya hal yang membuatku senang adalah kegiatan foto-foto… hahaha dasar narsis. Yang membuatku sedih adalah aku harus kehilangan mouse yang ku pinjam dari kakakku. Ku tanya sana sini dan tak kutemukan jawabannya, akhirnya kutinggalkan ia bersama salam perpisahan untuk semua anak Bahana disana.

Satu lagi ni yang membuat ngeselin, panitianya tu sepertinya susah kali lah sebut namaku, aku bilang Mujawaroh disebutnya Munaroh, aku sebut Nafi dibilangnya Napi. Pas manggil aja aku harus koreksi agar namaku bisa dipanggil dengan baik dan benar. Untungnya di sertifikat namanya benar.

Di Bahana ini fasilitas semuanya bagus dan ruangannya besar, panitianya kece dan gokil. Tapi itu semua tak bisa mengalahkan pesona dari sekre tercinta Gagasan yang selalu nomor satu dihati dan tak akan terduakan, selalu rindu dengan Gagasan ketika berada di Bahana.

check this pic.

20150510_180306

all panitia

C360_2015-05-09-15-45-22-900

dari kiri kekanan: dita, nosa, nirma, nafi

IMG_20150511_121340

suasana tiap makan

IMG_20150511_121356

cfd an

C360_2015-05-09-15-46-10-767 20150510_180115

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s