Road To Siak

1

menuju jembatan Siak

Minggu, 9 mei 2015 aku dan Karsini pergi ke Siak, bersama teman-teman Karsini, kami terdiri dari 10 orang (kalau nggak salah), semuanya cewek. Butuh waktu minimal 3 jam untuk sampai ke siak. Untuk itu kami berjanji akan berangkat pukul 7 pagi agar bisa sampai sana secepat mungkin dan bisa berjalan-jalan di Siak.

Siak adalah kota kabupaten di provinsi Riau, siak terkenal dengan tata kotanya yang rapi dan bersih. Nah kami pergi kesana untuk membuktikannya.

Janji hanyalah tinggal janji, seperti kebiasaan orang indonesia yaitu jam karet. Janji jam 7 tapi kenyataannya kami pergi jam 9. Aku terbangun pagi itu pukul 6.30 pagi, lalu berleha-leha sebentar tanpa mengingat janji. Kenapa? Karena aku berpikir mereka pasti juga akan terlambat. Ketika waktu semakin mendekati pukul 7, aku cepat-cepat mengambil handuk dan buru-buru mandi, sebagai teman yang baik seharusnya tepat waktu karena itulah jika biasanya mandi itu butuh waktu yang lama untuk ku, pagi itu aku hanya butuh waktu kurang dari 5 menit. Yaah… mandi tukan seseuai kebutuhan, hehehe

“klung-klung” bm dari karsini, isinya “bro, sorry mungkin kita berangkatnya agak telat dikit ya, tmn2 ku baru mau mandi”. Dalam hati aku tertawa ‘tu betul kan?’… pagi itu aku tidak jadi mengecewakan teman ku dan punya sedikit waktu untuk menggosok baju.

Karsini menjemput ku dan kita langsung berangkat ke tempat karsini untuk menjemput mereka, sebelumnya ya isi bensin dulu lah. Setelah itu kami langsung capcusss… menuju Siak, baru sampai di di pusat kota pekanbaru, teman salah satu teman kami tersesat. Ya dia memang tidak pergi sama-sama dengan kami, jadi yaa gituu deh…

Kami cukup lama menunggu mereka, sampai-sampai teman karsini naik pitam, ia menelepon sambil marah-marah. Setelah sekian lama menunggu datang juga mereka dengan tampang tak bersalah. Dari janji pukul 7 akhirnya kami pergi pukul 9 pagi.

Perjalanan menuju Siak sangat menyenangkan, jalan yang mulus dan sepi tanpa hambatan membuat kami tancap gas sekuat-kuat nya, tikungan tajampun kami nikmat dengan bergaya seolah-olah seperti Valentina Rossi dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Sedang asik-asik nya jalan tiba-tiba didepan kami jalan berubah 180 derajat dari jalan yang mulus berubah menjadi jalan berbatu-batu yang cukup menyakitkan pantat. Kami tak mampu mengerem dengan sigap karena itu sama saja dengan menantang maut, jadi kami rem perlahan-lahan, tau sendiri kan kalau dari kecepatan tinggi dijalan lurus lalu ada tikungan menurun dan setelah itu langsung jalan buruk. Yaps…. sakit nya tu disini. Beruntung jalan seperti itu Cuma 2 kiloan.

Ditengah perjalanan kami disuguhi pemandangan yang sebelumnya belum pernah aku lihat, bukit-bukit cantik yang diatasnya ditanami sawit-sawit yang tertanam dengan rapi membuatku teringat dengan teletubies. Kece badai bro.

Indahnya perjalanan kami ke siak dirusak dengan insiden bocornya motor kami, aku dan karsini. Di jalan sepi nan panjang dan berliku-liku kami tidak tahu dimana harus mencari bengkel. Akhirnya teman karsini mengulurkan tangannya untuk memboncengku agar rusaknya ban tidak semakin parah, meskipun motornya supra x keluaran lama tetapi masih kuat untuk tarik tiga (tartig), hingga sampai di sebuah bengkel.

Malang masih suka bercanda dengan kami, ternyata disana yang punya bengkel sedang tidak ada, dan sang istri pun tidak tahu cara menambal atau mengisi angin. Ya sudahlah kami lanjutkan perjalanan kami mencari bengkel berikutnya. Untung saja kemalangan sudah sedikit menjauh dari kami dan kami menemukan bengkel tak jauh dari bengkel pertama. Karsini meminta untuk mengganti ban dari pada menambalnya agar tidak memakan waktu yang cukup lama.

Siak sudah didepan mata sambil tertawa-tawa terkikik-kikik, kami mengegas motor kami dengan perasaan bahagia, Jembatan Siak yang terkenal akan keindahanannya menyapa kami. Tak lupa kami memotretnya. Anak gahol men…

Turun dari jembata pemandangan kota yang cukup indah terpampang didepan mata kami, rapi sepi dan hijau dengan bunga-bunga yang cantik dan mempesona.

Ini dia foto-fotonya let’s cekidott…

20

diatas jembatan siak

2

nafi

3

mau masuk kota

19

Setelah itu kami langsung menuju ke Istana Siak, tak usah bercerita panjang lebar. Tengok aja potonya ya…

istana siak

istana siak

4

jangan lupa beli tiket 3000

8

tangga siak

11

salah satu ruangan dalam istana

10

katanya jadi cantik kalau bercermin disini

5 6 7 12 9

Setelah lelah berjalan-jalan didalam istana siak, kami keliling diluar istana.

14 16 18 13

Abis tu perut kami keroncongan berdemo meminta diturunkannya nasi, kami makan nasi ditepi sungai yang kece, tapi gak ada fotonya, sudah capek banget sih…

udah gitu aja, sebenarnya masih banyak sih foto-fotonya sampai ratusan malahan, tapi takut pembaca bosen jadi segitu aja. hehehe

follow ig gua: annafimuja

twitter: @nnafikyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s