Silabus Matematika Kelas VIII SMP/MTS Kurikulum 2013 Semester Genap

 Untuk mendapatkan file dalam bentuk Word silahkan klik Download Silabus

Mata Pelajaran       : Matematika

Kelas                         : VIII

Semester                  : Genap

Alokasi waktu         : 5 JP/Minggu

 

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

 

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini.

 

Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
3.5  Menjelaskan sistem persamaan linear dua variabel dan penyelesaiannya yang dihubungkan dengan masalah kontekstual

 

4.5  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel

Persamaan Linear Dua Variabel

·          Penyelesaian persamaan linear dua variabel

·          Model dan sistem persamaan linear dua variable

·      Mencermati permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan linear dua variabel

·      Mengumpulkan informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan hubungan antara persamaan linear dua variabel dan persamaan garis lurus

·      Mencermati cara membuat model matematika dari permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan cara menyelesaikannya

·      Mengumpulkan informasi tentang ciri-ciri sistem  persamaan linear dua variabel yang memiliki satu penyelesaian, banyak penyelesaian, atau tidak memiliki penyelesaian

·      Menyajikan hasil pembelajaran tentang persamaan persamaan linear dua variabel, dan sistem persamaan persamaan linear dua variabel

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan linear dua variabel dan sistem persamaan linear dua variabel

3.6  Memeriksa kebenaran teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

 

4.6  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

Teorema Pythagoras

·          Hubungan antar panjang sisi pada segitiga siku-siku

·          Pemecahan masalah yang melibatkan teorema Pythagoras

·      Mencermati permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan teorema Pythagoras. Misal: bentuk rangka atap, tangga, tali penguat tiang menara.

·      Melakukan percobaan untuk membuktikan kebenaran teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

·      Menyajikan hasil pembelajaran teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penerapan terorema Pythagoras tripel Pythagoras

3.7  Menurunkan rumus untuk menentukan keliling dan luas daerah lingkaran yang dihubungkan dengan masalah kontekstual

 

3.8  Menjelaskan sudut  pusat, sudut keliling, panjang busur, dan luas juring lingkaran, serta hubungannya

 

3.9  Menjelaskan garis singgung persekutuan luar dan persekutuan dalam dua lingkaran dan cara melukisnya

 

4.7  Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan keliling lingkaran dan luas daerah lingkaran

 

4.8  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sudut pusat, sudut keliling, panjang busur, dan luas juring lingkaran, serta hubungannya

 

4.9  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan garis singgung persekutuan luar dan persekutuan dalam dua lingkaran

Lingkaran

·           Lingkaran

·           Unsur-unsur lingkaran

·           Hubungan sudut pusat dengan sudut keliling

·           Panjang busur

·           Luas juring

·           Garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran

·           Garis singgung persekutuan luar dua lingkaran

·      Mencermati peragaan atau pemodelan yang berkaitan lingkaran serta unsur-unsur lingkaran

·      Mencermati masalah atau bentuk benda-beda di sekitar yang berkaitan dengan lingkaran

·      Melakukan percobaan untuk menemukan rumus keliling lingkaran, panjang busur, luas juring, dan garis singgung persekutuan (dalam dan luar) antara dua lingkaran

·      Mencermati cara melukis garis singgung lingkaran dan garis singgung persekutuan antara dua lingkaran menggunakan jangka dan penggaris

·      Menyajikan hasil pembelajaran tentang lingkaran dan garis singgung lingkaran

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan lingkaran dan garis singgung lingkaran

3.10   Menurunkan rumus untuk menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar (kubus, balok, prisma, dan limas)

 

3.11   Menjelaskan hubungan antara diagonal ruang, diagonal bidang, dan bidang diagonal dalam bangun ruang sisi datar

 

4.10   Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan  luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar (kubus, balok,  prima dan limas), serta  gabungannya

 

4.11   Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang sisi datar menggunakan hubungan diagonal ruang, diagonal bidang, dan bidang diagonal

Bangun Ruang Sisi Datar

·      Kubus, balok, prisma, dan limas

·      Jaring-jaring:

Kubus, balok, prisma, dan limas

·      Luas permukaan: kubus, balok, prisma, dan limas

·      Volume: kubus, balok, prisma, dan limas

·      Menaksir volume bangun ruang tak beraturan

·      Mencermati model atau benda di sekitar yang merepresentasikan bangun ruang sisi datar

·      Melakukan percobaan untuk menemukan jari-jari bangun ruang sisi datar

·      Melakukan percobaan untuk menemukan rumus luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar

·      Menyajikan hasil pembelajaran tentang bangun ruang sisi datar

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang sisi datar

3.12   Menganalisis data berdasarkan distribusi data, nilai rata-rata, median, modus, dan sebaran data untuk mengambil kesimpulan, membuat keputusan, dan membuat prediksi

 

4.12   Menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan distribusi data, nilai rata-rata, median, modus, dan sebaran data untuk mengambil kesimpulan, membuat keputusan, dan membuat prediksi

Statistika:

·           Rata-rata, median, dan modus

·     Mengambil keputusan berdasarkan analisis data

·     Membuat prediksi berdasarkan analisis data

·      Mencermati penyajian data dari berbagai sumber media koran, majalah, atau televisi

·      Mencermati cara menentukan rata-rata, median, modus, dan sebaran data

·      Menganalisis data berdasarkan ukuran pemusatan dan penyebaran data

·      Mencermati cara mengambil keputusan dan membuat prediksi bersarkan analisis dan data

·      Menyajikan hasil pembelajaran tentang ukuran pemusatan dan penyebaran data serta cara mengambil keputusan dan membuat prediksi

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan ukuran pemusatan dan penyebaran data serta cara mengambil keputusan dan membuat prediksi

3.13   Menjelaskan peluang empirik dan teoretik suatu kejadian dari suatu percobaan

 

4.13   Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peluang empirik dan teoretik suatu kejadian  dari suatu percobaan

Peluang

·      Titik sampel

·      Ruang sampel

·      Kejadian

·      Peluang empirik

·      Peluang teoretik

·      Hubungan antara peluang empirik dengan peluang teoretik

 

·      Mencermati permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan peluang empirik dan peluang teoretik

·      Mencermati ruang sampel dari peluang teoretik dan titik sampel dari suatu kejadian pada suatu ruang sampel

·      Melakukan percobaan untuk menemukan hubungan antara peluang empirik dengan peluang teoretik

·      Menyajikan hasil pembelajaran peluang empirik dan peluang teoretik

 

Tim Pengembang:

Mujawaroh Annafi (11415201127)

Siti Masithoh Nur Arrahmin (11415201150)

INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Nama Guru                         : Alfin Hidayatur Rahmika, S.Pd

Jabatan                                : Guru Matematika

Nama Sekolah                    : Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indragiri Hilir

Waktu Wawancara            : Senin, 10 Juni 2017 (via telepon)

 

Pembelajaran di Indonesia saat ini menggunakan kurikulum 2013, dimana siswa dituntut untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Hal ini juga berdampak pada pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika dewasa ini, dituntut untuk menitikberatkan pembelajaran dengan siswa sebagai pusat pembelajaran (stundent center).

Alfin Hidayatur Rahmika, S.Pd, guru matematika di MAN 1 Indragiri mengungkapkan bahwa, pembelajaran matematika di sekolahnya saat ini sudah mengikuti kurikulum 2013. Kendati demikian masih ada guru di MAN 1 Indragiri yang masih menggunakan sistem ceramah sebagai metode mengajarnya. Menurutnya metode ceramah belum bisa ditinggalkan apalagi bagi guru-guru senior. Hal ini disebabkan karena metode ceramah dianggap metode paling efektif. Sedangkan untuk guru-guru yang masih terbilang muda sudah mulai menerapkan strategi dan metode baru untuk mewujudkan kurikulum 2013.

Menurut Alfin, kendala sebenarnya dari pembelajaran matematika adalah pada metode ceramah. Menurutnya metode ceramah akan efektif jika dilakukan pada jam pelajaran pagi dengan waktu 2 x 45 menit sementara mata pelajaran matematika saat ini memiliki waktu 3 x 45 menit. “Lebih dari itu tidak akan efektif,” ujarnya. Alfin bercerita ia pernah menggunakan metode  ceramah pada jam pelajaran siang dari pukul 1:30-2:45 WIB karena materi dirasa cukup sulit apabila dikerjakan secara berkelompok. Alih-alih paham siswa malah terlihat letih, lesu dan tidak bersemangat. “Kalau digunakan waktu siang, itu nggak cocok,” tambahnya.

Kendala lain yang ia hadapi selama menjadi guru matematika adalah siswa itu sendiri, Alfin menuturkan kebanyakan siswa tidak menyukai matematika. Hanya sekitar 30-40% siswa yang menyukai matematika, selebihnya menganggap belajar  matematika hanya sebagai formalitas saja.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Alfin menggunakan inovasi di bagian strategi pembelajaran, ia menggunakan cara komposisi, cerdas cermat antar kelompok atau individu dan menggunakan pembelajaran kelompok yang lebih berinovasi seperti jigsaw, colaborative learning dan lain-lain. “Jadi pembelajaran selama tiga jam di kelas tidak terasa panjang,” ungkapnya.

Setelah menggunakan strategi dan metode pembelajaran yang bervariasi, Alfin mengaku siswanya mengalami perubahan yang signifikan terkait minat mereka dalam belajar matematika.

***

Nama Guru                        : Lisna Syafitri, S.Pd

Jabatan                               : Guru Matematika

Nama Sekolah                   : MTs Sabilal Muhtadin Tembilahan

Waktu Wawancara           : Minggu, 11 Juni 2017 (via Whats App)

Terkait inovasi dalam pembelajaran matematika, Lisna Syafitri, S.Pd guru matematika MTs Sabilal Muhtadin menjelaskan bahwa di sekolahnya terdapat beberapa kendala yang membuatnya sulit mengadakan inovasi ataupun variansi dalam pembelajaran matematika.

Hal ini didasarkan karena banyak siswa yang berasal dari desa yang kemampuan dasar matematikanya belum cukup dan menjadikan kendala tersendiri bagi guru. “Sulit menggunakan inovasi baru, karena dasarnya mereka belum menguasai,” ungkapnya.

Mengatasi hal tersebut, Lisna memilih mengajar menggunakan metode ceramah, karena ia menilai metode ceramah adalah metode yang tepat untuk mengajar matematika agar memudahkan siswa untuk belajar dan membantu siswa mengulang kembali dasar-dasar matematika.

Menurut Lisna, inovasi dari sekolah memang tidak ada dan semuanya tergantung dari masing-masing guru yang mengajar. Lisna mengaku ia  belum mendapatkan inovasi pembelajaran seperti apa yang sesuai dengan karakteristik siswa. “Pengalaman mengajar belum banyak, karena saya masih baru menjadi guru,” tuturnya.

Lisna juga menjelaskan, berdasarkan pengalaman yang telah ia peroleh selama Program Pengalaman Lapangan (PPL), sekolah-sekolah yang sudah bagus kebanyakan pembelajaran menggunakan inovasi-inovasi yang bervariasi, anak-anak di sekolah tersebut ketika diajarkan dengan metode ceramah menjadi tidak efektif, karena kebanyakan dari mereka hanya bermain-main dan tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru karena mereka merasa sudah memahami materi yang diajarkan. “Kalau siswanya seperti ini, lebih baik menggunakan inovasi agar mereka tidak bosan,” tutupnya.

***

Ditulis oleh: Mujawaroh Annafi (11415201127)

23 Tahun Mencari Keadilan

Jumat, 26 February 2016 pukul 20:39 WIB dimulai diskusi bersama seorang pencari keadilan yang berasal dari Malang di kedai kopi Ulil di Jalan Ababil Pekanbaru. Pria berusia 57 tahun tersebut duduk di sebuah kursi dengan meja yang disusun persegi panjang, duduk mengelilingi di meja itu aktivis mahasiswa dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Pria tersebut mulai bercerita tentang kisahnya mencari keadilan di Indonesia selama 23 tahun. Berawal dari anaknya yang berusia 12 tahun menyebrang jalanan yang sepi kendaraan, tiba-tiba muncul sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak anak itu hingga tewas di tempat. Kemudian mobil tersebut langsung melarikan diri, beberapa warga yang melihat kejadian itu langsung mengejar pelaku tabrak lari, usut punya usut pelaku adalah salah satu oknum polisi. Kasus tabrak lari putra sulungnya yang bernama Rifki Andika oleh oknum polisi Letnan Satu Joko Sumantri, SH.

Pada tahun 1999, kasus ini suda pernah diselidiki oleh Mahkama Militer, tetapi hanya di hokum penundaan pendidikan selama 6 bulan. Pada tahun 2006 kembali disidangkan terkait kasus tersebut, tetapi tetap tak memperoleh hasil. Kasus tabrak lari tersebut kembali dibawa ke pengadilan pada tahun 2008, dan Joko Sumantri diputuskan bebas karena kasus tersebut dianggap kadaluarsa. Pria itu tak terima terhadap putusan itu dan merasa bahwa itu tidak adil.

Pria itu adalah Indra Azwan, memakai pakaian yang selalu ia kenakan tiap kali menemui lembaga hokum Indonesia yang menurutnya adalah baju identitasnya. Pria berambut putih panjang sebahu yang diikat kebelakang, memakai penutup kepala berwarna biru bertuliskan Arema. Dengan baju hitam lengan pendek bergambar singa yang mengaum. Di tambah kacamata model lama yang bisa dikalungkan dileher. Wajah dan kulitnya tam20160226_210051pak memerah menandakan bahwa indra dulunya berkulit putih membuktikan, bahwa ia telah berjalan kaki berkeliling Indonesia dari sabang sampai ke pekanbaru dan akan melanjutkannya hingga ke Merauke. Aksi keliling Indonesia bermula dari Masjid Baiturrahman, Aceh selasa 09 February 2016.

 

Pertama Indra melakukan aksi jalan kaki dari Malang ke Jakarta pada tahun 2010 untuk menemui presiden. Aksinya mendapatkan banyak sorotan media kala itu, hingga akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berniat menemuinya. Presiden memberikan uang sebanyak 25 juta ke Indra agar indra menghentikan aksinya, namun uang tersebut dikembalikan ke Presiden. “nyawa anak saya tidak bisa di beli dengan uang, saya hanya ingin pelaku dihukum seadil-adilnya,” katanya.

20160226_210650 20160226_210636

Indra menagih janji kepada pihak-pihak yang bersangkutan yang dulunya mengatakan ‘akan menyelesaikan masalahnya’, ketika ia menagih janji ternyata mereka tidak ada yang merespon. “ketika saya datang mereka semua langsung kabur,” tuturnya.

20160226_211735

indra azwan dan perwira polisi

Indra mengemukakan, jika dulu ia yang akan menemui presiden, maka sekarang presiden Joko Widodo lah yang harus menemuinya. Ia juga menambahkan bahwa ia tidak akan menghentikan aksinya. “saya dipanggil ke Istana oleh Jokowi atau saya mati,” tambahnya.

20160226_211540

surat wasiat indra azwan

Ia bercerita aksinya telah mendapatkan simpati dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dan ia berwasiat yang berbunyi, “andaikan terjadi sesuatu dalam menjalankan aksi untuk mencari keadilan. Di luar kewajaran (mati tidak wajar) atau dibunuh, tolong jenazah saya diantar ke Istana, serahkan mayat saya ke istana (presiden), jangan dimandaikan atau dikafani,”. Ketika disinggung masalah Munir yang mencari keadilah dan berwasiat sama tetapi ketika jenazahnya akan diantar ke istana di hadang oleh militer, sehingga jenazah tidak bisa di antar ke istana. Indra menampik hal itu akan terjadi kepadanya. “saya dan munir berbeda, wasiat saya juga dipegang di seluruh dunia, PBB juga punya salinan wasiat saya,” tuturnya.

Ketika diskusi Indra membawa dua spanduk yang bertuliskan “KEPADA MA, BERAPA SAYA HARUS MENEBUS SALINAN PUTUSAN? 23 TH MENCARI KEADILAN” dan “AKSI JALAN KAKI KELILING INDONESIA.

 

20160226_211855

kwitansi penyogokan dari presiden

 

MENGINTIP BERBAGAI MITOS DI ISTANA SIAK

IMG_2766

Empat jam dari kota pekanbaru menuju istana Siak, melewati hamparan pohon-pohon sawit yang berjejer rapi di kiri dan kanan jalan. Hingga akhirnya sampai di sebuah jembatan panjang nan megah yang menandakan bahwa anda telah memasuki kabupaten Siak.

Istana Siak merupaka objek wisata yang terkenal di daerah Siak, kerajaan Siak berdiri selama lebih dari dua abad, dari tahun 1723 hingga tahun1946. Akhir kerajaan ini seiring denga nikrar sultan terakhirnya, Sultan Syarif Qasim II untuk bergabung dengan negara kesatuan Republik Indonesia, ketika Indonesia merdeka dari jajahan Belanda. Sejak itulah, Kerajaan Siak menjadi bagian yang tak terpisahkan lagi dari Republik Indonesia.

Istana Siak hingga saat ini keadaannya masih terawat dengan baik, meskipun telah berulang kali mengalami pergantian cat. Bentuk dari istana sendiri masih dijaga keasliannya. Untuk memasuki bangunan bergaya campuran antara Eropa, Turki, dan Melayu ini cukup membayar tiga ribu rupiah untuk orang dewasa dan 2500 rupiah untuk anak-anak dan 1000 rupiah untuk penitipan sendal.

Ketika pertama kali memasuki istana Siak anda akan disuguhkan dengan beberapa patung bak pejabat kerajaan, dengan raja duduk di singgasananya, patung-patung itu seolah-olah bercerita tentang raja dan menteri-menterinya yang tengah sibuk membicarakan suatu hal yang penting. Di sekeliling tempat raja duduk bersama menteri-menterinya, terdapat cermin berbingkai besar yang menempel di dinding-dindingnya. Diantara cermin-cermin tersebut ada sebuah cermin ukuran biasa yang diletakkan di salah satu sudut ruangan tersebut, cermin itu adalah cermin permaisuri kerajaan Siak, Tengku Agung. Cermin tersebut terbuat dari kristal. Menurut penjaga istana, M. Pardianto, konon jika seseorang bercermin di situ maka ia akan menjadi awet muda.

IMG_2632 IMG_2653

Ruangan itu seperti perempatan jalan, belok kanan, kiri dan lurus adalah ruangan lain dari istana. Belok kanan adalah ruangan berisi tempat duduk atau tempat makan kerajaan, di situ diletakkan didalam lemari kaca sebuah singgasana yang merupakan replika dari singgasana aslinya yang berlapis emas 18 karat. “yang asli diletakkan di museum nasional,” ujar Pardianto.

Berbagai ornamen diletakkan disitu, di dinding atas tampak berbagai macam hiasan berupa kepala anjing yang menggigit burung dan kelinci. Hiasan tersebut bukan hanya hiasan yang hanya memperindah ruangan, tetapi juga memiliki makna yang mendalam. Pardianto mengatakan, Pada zaman penjajahan dulu, ketika mengadakan perundingan dengan Belanda, diperoleh kesepakatan yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Namun jauh panggang dari api, seperti dalam perundingan dengan perusahaan dagang milik Belanda, Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), sultan Siak dan masyarakatnya harus untuk menjual rempah-rempah dan barang lainnya kepada Belanda, dan tidak di perbolehkan menjual kepada yang lain. Belanda membeli dengan harga yang sangat murah dan secara perlahan-lahan Masyarakat kerajaan Siak mengalami penderitaan. “Itu adalah bahasa kiasan yang digunakan sultan untuk belanda, Jadi belanda di ibaratkan seperti anjing, dan bangsa kita yang menderita diibaratkan sebagai burung atau kelinci” tuturnya.

IMG_2660

Di ruangan lain diletakkan berbagai peninggalan kerajaan seperti meriam, payung raja, foto keluarga, alat musik komet, Gendang Nobat, canang, dan berbagai peninggalan kerajaan lainnya.

Banyak mitos-mitos yang berkembang dikalangan masyarakat yang mengunjungi istana Siak, selain dari cermin permaisuri tadi ada juga kisah menarik dari berangkas besi milik raja. Menurut ceritaIMG_2665 berankas besi baja berwarna hitam tersebut tidak pernah berhasil dibuka, meski telah dicoba berkali-kali bahkan hingga memakai bor untuk bisa membukanya, bekas-bekas upaya untuk membuka brankas tersebut masih terlihat dengan jelas.

Ada dua tangga yang menghubungkan antara lantai satu ke lantai dua yaitu tangga naik dan tangga turun. Tangga berbentuk spiral ini berwarna kuning di padu dengan merah hati dan berlubang-lubang seperti saringan yang menyerupai corak batik. Cerita yang beredar adalah jumlah anak tangga yang dihitung setiap orang selalu berbeda-beda. Ada pula yang menyebutkan bahwIMG_2779a jumlah anak tangga ketika naik akan berbeda dengan jumlah ketika turun. “dulu saya hitung sampai 28 tapi teman saya sampai sampai 29,” tutur Alfin, pengunjung.

Air sumur yang terletak dibelakang istana juga dipercaya memiliki kemampuan magis. Konon air ini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. ”airnya di ambil oleh masyarakat untuk obat penyakit dan airnya itu bisa diminum” ujar Pardianto “terserah kita mau percaya apa tidak,” tambahnya.

 

 

Profil M Rezza Akmal (SLT) Dulu Penabur Bunga Sekarang Sutradara

http://www.gagasan-online.com/2016/01/rezza-dulu-penabur-bunga-sekarang.html

gagasan-online.com : Tak pernah terpikir oleh Rezza Akmal jika suatu saat nanti dia akan menjadi seniman yang mengharumkan nama universitas. Teringat olehnya dulu hanyalah seorang anak kecil yang selalu menari saat suara lagu dari radio terdengar. Begitulah seterusnya, bukan menjadi siapa-siapa dalam hidupnya hingga duduk di bangku SMA, yang kemudian mulai menemukan jati diri.

Saat sekolah Rezza yang bernama lengkap Muhammad Rezza Akmal ini belajar seni teater dan pantomim. Pada tahun ketiga, dia pun mendapat kesempatan tampil perdana menyambut siswa baru di sekolah.

Ketika tamat dan melanjutkan studi di Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Rezza tak berhenti meneruskan potensinya di bidang seni. Jiwanya kembali digerakkan dengan atmosfer seni yang dia dapat dari organisasi kampus.

Panggilan itu yang kemudian membuat Rezza saat di tingkat pertama kuliahi, melangkahkan kaki di Sanggar Latah Tuah (SLT) UIN Suska Riau.

Pertama berada di SLT tak lantas membuat sulung berdarah Aceh ini langsung menjadi orang hebat. Semuanya bermula dari nol. Tak jarang dia menjadi kru pembantu umum yang posisinya di balik panggung.
“Saya jalani saja dengan senang hati, tidak gengsi. Harus kuat demi menjadi seniman hebat,” katanya, 22 September 2015 saat di wawancarai di sekretariat SLT.

Masih melekat di memorinya ketika masih junior, Rezza pernah menjadi tukang sapu, membisikkan naskah, hingga memanjat panggung untuk melempar bunga untuk pementasan.”Meski posisinya membantu, tapi bagi saya itu juga pekerjaan penting. Tanpa itu semua, mungkin pementasan tidak akan berjalan lancar. Intinya, kerjakan saja semua yang disuruh,” tuturnya.
Ejak begitu dia akrab disapa, semakin serius bergelut dalam kesibukan aktivitas sanggar. Keterlibatannya kembali terbukti saat SLT menggelar pementasan Ibu Kota Jakarta. Sebuah kota di mana orang-orang mengatakan ‘sekejam-kejam ibu tiri masih kejam ibu kota’.

Ketika itu dia diberi tugas mencari perlengkapan pementasan.”Saya menyusuri ibu kota. Naik bus dan tersesat. Malu bertanya sesat di jalan. Tanya sana-sini dan akhirnya kembali ke lokasi pementasan,” ungkapnya mengurai kembali ingatan itu.

Meski sendirian berkeliling di kota megapolitan sempat membuatnya sedih, namun pengalaman itu dia jadikan batu loncatan untuk meraih mimpinya menjadi seorang seniman. Hingga pada periode 2013-2014 kepengurusan SLT, dirinya dipercaya menahkodai kelompok seni yang gaung namanya sudah terdengar di seantero Bumi Lancang Kuning ini
Memasuki jenjang semester 5, mahasiswa Jurusan Psikologi ini mulai tampil di panggung-panggung besar SLT. Saat itu Rezza tidak lagi di balik playar, tetapi sudah mulai melakoni peran di atas panggung.
Kemudian, berangkat dari pengalaman itu semua, lelaki yang semakin serius memelihara rambut kribonya ini memutuskan untuk belajar memimpin jalannya adegan sebagai seorang sutradara.
Keinginannya semakin menanjak dan mulai mengaktualisasikan naskah ke dalam pentas.”Awalnya takut dan kurang pede. Tapi untuk aktualisasi perdana naskah Duanu di tahun 2013, kelegaan hangat menjalari tubuh saja. Perjuangan saya membuahkan hasil,” katanya penuh semangat.
Keberhasilan pementasan naskah Duanu inilah yang akhirnya menjadi pancingan bagi lahirnya karya-karya besar Rezza di tahun-tahun berikutnya.“Lama-lama jadi berani,” ungkapnya.

Tidak terputus pada kesuksesan yang sudah diraih, bidang seni lainnya seperti menari dan bermusik juga dia pelajari. “Tapi satu saja yang belum saya kuasai, bernyanyi dengan baik,” tuturnya sambil tertawa.

Mengingat sebuah keberhasilan tak pernah lepas dari peran orang-orang terdekat, gagasan-online pun mewawancarai salah satu seniornya via telepon Wella Sartika Indri yang kini tengah mengabdi di salah satu institusi pendidikan Thailand.

Di mata Wella, Rezza adalah sosok yang punya semangat luar biasa, pekerja keras dan bisa diandalkan. “Sekali pun untuk tugas yang sepele. dia tetap bertanggung jawab. Dulu awalnya Ejak pernah diminta untuk menjaga sandal peserta saat Temu Teater Mahasiswa Nusantara, saat itu kami menjadi tuan rumah acara.

Di samping itu, dia juga bisa membagi waktu untuk tetap berkontribusi dengan Pramuka dan punya kerja sampingan di bidang seni,” katanya.
Wella juga mengungkapkan kalau Rezza sangat tidak betah dengan penyelesaian masalah yang memakan waktu lama. Dia lebih dominan untuk mencari solusi dan bukan mengurai penyebab terjadinya masalah.

“Dia paling tidak suka kalau dalam rapat ada yang bertanya apa penyebab masalahnya. Dia hanya tegaskan untuk mencari solusi, bukan penyebabnya,” kata Wella.

Kini Wella merasa bangga bisa melihat kemajuan juniornya satu ini. Baginya, pementasan Rezza mulai dikenal dan harum namanya.
“Dulu cuma ditugaskan jagain sendal orang, sekarang sudah bisa mengumpulkan lebih dari 200 orang untuk sebuah pementasan. Ejak semakin dikenal dimana-mana. Meskipun begitu, bagi saya yang takkan pernah terlupa, Ejak tetaplah adik laki-laki kecil yang manja, suka minta jajan, dan selalu mau bersusah payah mengantarkan saya ke mana pergi jika tidak ada tumpangan motor. Semoga tetap hebat dan tak lupa kuliah, serta menjadi seniman yang agamis,” tutupnya. 
 Mujawaroh Annafi

lirik video klip “Tuhan Tahu Kita Mampu” cover by PMT3C2015

Lirik Lagu Tuhan Tahu Kita Mampu

saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena Tuhan tahu kita mampu, kita mampu

saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena Tuhan tahu kita mampu

pernahkah dirimu merasa gelisah
begitu hebatnya beban yang harus engkau bawa
kau rasa susah, semangat patah, lalu kau pasrah
hentikan langkah, hingga akhirnya kau mengalah

di saat itu kau harus tahu
bahwa Tuhan sebenarnya memberi ujian padamu
ujian untuk mengukur kadar keimananmu
ujian untuk mengangkat meninggikan levelmu

karena tak ada ujian yang tak bisa dilalui
karena Tuhan telah mengukur diri ini
lebih baik hadapi segala beban diri
hadapi dengan ikhlas di hati

engkau tak sendirian menghadapi cobaan
saudara seiman pasti kan ulurkan tangan
kita hadapi semua dengan hati terbuka
yakin ini hanyalah ujian semata

saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena Tuhan tahu kita mampu, kita mampu

saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena Tuhan tahu kita mampu

bertubi-tubi cobaan pun silih berganti
seakan-akan tak habis-habis dan tak berhenti
kita rasakan semakin lemah setiap hari
bahkan muncul keinginan tuk coba bunuh diri

tapi sejenak cermatilah kehidupan ini
betapa luasnya karunia dari Ilahi
meski kadang di tengah, kadang di sisi
kadang di atas, kadang di bawah, kadang tak dimengerti

sadarlah kawan, di sepanjang perjalanan
sungguh hidup ini terus memberi pelajaran
karena bagaimanapun selalu ada Tuhan
yang memberikan kekuatan

satu persatu seiring berjalannya waktu
kita akan tahu sebenarnya yang Tuhan mau
Tuhan ingin kita jadi manusia yang tangguh
Tuhan ingin agar kita tak mudah tuk mengeluh

saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena Tuhan tahu kita mampu, kita mampu

aku di sini sedia menemani
siap bantu jika beban itu mau kau bagi
jangan pikirkan pamrih, hilangkan semua perih
jangan lagi terpuruk dan tenggelam dalam sedih

genggam erat pundakku, cengkeram erat bahuku
biar segera terbagi semua beban itu
bersama kita maju dan melangkah tanpa ragu
hapus semua pilu agar kita terus melaju

Tuhan tak pernah tidur, apalagi mendengkur
semua ini jelas-jelas telah Tuhan ukur
mungkin dengan begini kita kan tahu bersyukur
mungkin dengan ini kita takkan pernah takabur

Tuhan ada di sini, di dalam jiwa ini
Ebiet G Ade pernah melantunkan syair ini
ayo bangkit berdiri kalau perlu kita lari
tetap semangat tuk menghadapi semua ini