Silabus Matematika Kelas VIII SMP/MTS Kurikulum 2013 Semester Genap

 Untuk mendapatkan file dalam bentuk Word silahkan klik Download Silabus

Mata Pelajaran       : Matematika

Kelas                         : VIII

Semester                  : Genap

Alokasi waktu         : 5 JP/Minggu

 

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

 

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini.

 

Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
3.5  Menjelaskan sistem persamaan linear dua variabel dan penyelesaiannya yang dihubungkan dengan masalah kontekstual

 

4.5  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel

Persamaan Linear Dua Variabel

·          Penyelesaian persamaan linear dua variabel

·          Model dan sistem persamaan linear dua variable

·      Mencermati permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan linear dua variabel

·      Mengumpulkan informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan hubungan antara persamaan linear dua variabel dan persamaan garis lurus

·      Mencermati cara membuat model matematika dari permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan cara menyelesaikannya

·      Mengumpulkan informasi tentang ciri-ciri sistem  persamaan linear dua variabel yang memiliki satu penyelesaian, banyak penyelesaian, atau tidak memiliki penyelesaian

·      Menyajikan hasil pembelajaran tentang persamaan persamaan linear dua variabel, dan sistem persamaan persamaan linear dua variabel

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan linear dua variabel dan sistem persamaan linear dua variabel

3.6  Memeriksa kebenaran teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

 

4.6  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

Teorema Pythagoras

·          Hubungan antar panjang sisi pada segitiga siku-siku

·          Pemecahan masalah yang melibatkan teorema Pythagoras

·      Mencermati permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan teorema Pythagoras. Misal: bentuk rangka atap, tangga, tali penguat tiang menara.

·      Melakukan percobaan untuk membuktikan kebenaran teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

·      Menyajikan hasil pembelajaran teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penerapan terorema Pythagoras tripel Pythagoras

3.7  Menurunkan rumus untuk menentukan keliling dan luas daerah lingkaran yang dihubungkan dengan masalah kontekstual

 

3.8  Menjelaskan sudut  pusat, sudut keliling, panjang busur, dan luas juring lingkaran, serta hubungannya

 

3.9  Menjelaskan garis singgung persekutuan luar dan persekutuan dalam dua lingkaran dan cara melukisnya

 

4.7  Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan keliling lingkaran dan luas daerah lingkaran

 

4.8  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sudut pusat, sudut keliling, panjang busur, dan luas juring lingkaran, serta hubungannya

 

4.9  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan garis singgung persekutuan luar dan persekutuan dalam dua lingkaran

Lingkaran

·           Lingkaran

·           Unsur-unsur lingkaran

·           Hubungan sudut pusat dengan sudut keliling

·           Panjang busur

·           Luas juring

·           Garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran

·           Garis singgung persekutuan luar dua lingkaran

·      Mencermati peragaan atau pemodelan yang berkaitan lingkaran serta unsur-unsur lingkaran

·      Mencermati masalah atau bentuk benda-beda di sekitar yang berkaitan dengan lingkaran

·      Melakukan percobaan untuk menemukan rumus keliling lingkaran, panjang busur, luas juring, dan garis singgung persekutuan (dalam dan luar) antara dua lingkaran

·      Mencermati cara melukis garis singgung lingkaran dan garis singgung persekutuan antara dua lingkaran menggunakan jangka dan penggaris

·      Menyajikan hasil pembelajaran tentang lingkaran dan garis singgung lingkaran

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan lingkaran dan garis singgung lingkaran

3.10   Menurunkan rumus untuk menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar (kubus, balok, prisma, dan limas)

 

3.11   Menjelaskan hubungan antara diagonal ruang, diagonal bidang, dan bidang diagonal dalam bangun ruang sisi datar

 

4.10   Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan  luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar (kubus, balok,  prima dan limas), serta  gabungannya

 

4.11   Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang sisi datar menggunakan hubungan diagonal ruang, diagonal bidang, dan bidang diagonal

Bangun Ruang Sisi Datar

·      Kubus, balok, prisma, dan limas

·      Jaring-jaring:

Kubus, balok, prisma, dan limas

·      Luas permukaan: kubus, balok, prisma, dan limas

·      Volume: kubus, balok, prisma, dan limas

·      Menaksir volume bangun ruang tak beraturan

·      Mencermati model atau benda di sekitar yang merepresentasikan bangun ruang sisi datar

·      Melakukan percobaan untuk menemukan jari-jari bangun ruang sisi datar

·      Melakukan percobaan untuk menemukan rumus luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar

·      Menyajikan hasil pembelajaran tentang bangun ruang sisi datar

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang sisi datar

3.12   Menganalisis data berdasarkan distribusi data, nilai rata-rata, median, modus, dan sebaran data untuk mengambil kesimpulan, membuat keputusan, dan membuat prediksi

 

4.12   Menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan distribusi data, nilai rata-rata, median, modus, dan sebaran data untuk mengambil kesimpulan, membuat keputusan, dan membuat prediksi

Statistika:

·           Rata-rata, median, dan modus

·     Mengambil keputusan berdasarkan analisis data

·     Membuat prediksi berdasarkan analisis data

·      Mencermati penyajian data dari berbagai sumber media koran, majalah, atau televisi

·      Mencermati cara menentukan rata-rata, median, modus, dan sebaran data

·      Menganalisis data berdasarkan ukuran pemusatan dan penyebaran data

·      Mencermati cara mengambil keputusan dan membuat prediksi bersarkan analisis dan data

·      Menyajikan hasil pembelajaran tentang ukuran pemusatan dan penyebaran data serta cara mengambil keputusan dan membuat prediksi

·      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan ukuran pemusatan dan penyebaran data serta cara mengambil keputusan dan membuat prediksi

3.13   Menjelaskan peluang empirik dan teoretik suatu kejadian dari suatu percobaan

 

4.13   Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peluang empirik dan teoretik suatu kejadian  dari suatu percobaan

Peluang

·      Titik sampel

·      Ruang sampel

·      Kejadian

·      Peluang empirik

·      Peluang teoretik

·      Hubungan antara peluang empirik dengan peluang teoretik

 

·      Mencermati permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan peluang empirik dan peluang teoretik

·      Mencermati ruang sampel dari peluang teoretik dan titik sampel dari suatu kejadian pada suatu ruang sampel

·      Melakukan percobaan untuk menemukan hubungan antara peluang empirik dengan peluang teoretik

·      Menyajikan hasil pembelajaran peluang empirik dan peluang teoretik

 

Tim Pengembang:

Mujawaroh Annafi (11415201127)

Siti Masithoh Nur Arrahmin (11415201150)

Iklan

INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Nama Guru                         : Alfin Hidayatur Rahmika, S.Pd

Jabatan                                : Guru Matematika

Nama Sekolah                    : Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indragiri Hilir

Waktu Wawancara            : Senin, 10 Juni 2017 (via telepon)

 

Pembelajaran di Indonesia saat ini menggunakan kurikulum 2013, dimana siswa dituntut untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Hal ini juga berdampak pada pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika dewasa ini, dituntut untuk menitikberatkan pembelajaran dengan siswa sebagai pusat pembelajaran (stundent center).

Alfin Hidayatur Rahmika, S.Pd, guru matematika di MAN 1 Indragiri mengungkapkan bahwa, pembelajaran matematika di sekolahnya saat ini sudah mengikuti kurikulum 2013. Kendati demikian masih ada guru di MAN 1 Indragiri yang masih menggunakan sistem ceramah sebagai metode mengajarnya. Menurutnya metode ceramah belum bisa ditinggalkan apalagi bagi guru-guru senior. Hal ini disebabkan karena metode ceramah dianggap metode paling efektif. Sedangkan untuk guru-guru yang masih terbilang muda sudah mulai menerapkan strategi dan metode baru untuk mewujudkan kurikulum 2013.

Menurut Alfin, kendala sebenarnya dari pembelajaran matematika adalah pada metode ceramah. Menurutnya metode ceramah akan efektif jika dilakukan pada jam pelajaran pagi dengan waktu 2 x 45 menit sementara mata pelajaran matematika saat ini memiliki waktu 3 x 45 menit. “Lebih dari itu tidak akan efektif,” ujarnya. Alfin bercerita ia pernah menggunakan metode  ceramah pada jam pelajaran siang dari pukul 1:30-2:45 WIB karena materi dirasa cukup sulit apabila dikerjakan secara berkelompok. Alih-alih paham siswa malah terlihat letih, lesu dan tidak bersemangat. “Kalau digunakan waktu siang, itu nggak cocok,” tambahnya.

Kendala lain yang ia hadapi selama menjadi guru matematika adalah siswa itu sendiri, Alfin menuturkan kebanyakan siswa tidak menyukai matematika. Hanya sekitar 30-40% siswa yang menyukai matematika, selebihnya menganggap belajar  matematika hanya sebagai formalitas saja.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Alfin menggunakan inovasi di bagian strategi pembelajaran, ia menggunakan cara komposisi, cerdas cermat antar kelompok atau individu dan menggunakan pembelajaran kelompok yang lebih berinovasi seperti jigsaw, colaborative learning dan lain-lain. “Jadi pembelajaran selama tiga jam di kelas tidak terasa panjang,” ungkapnya.

Setelah menggunakan strategi dan metode pembelajaran yang bervariasi, Alfin mengaku siswanya mengalami perubahan yang signifikan terkait minat mereka dalam belajar matematika.

***

Nama Guru                        : Lisna Syafitri, S.Pd

Jabatan                               : Guru Matematika

Nama Sekolah                   : MTs Sabilal Muhtadin Tembilahan

Waktu Wawancara           : Minggu, 11 Juni 2017 (via Whats App)

Terkait inovasi dalam pembelajaran matematika, Lisna Syafitri, S.Pd guru matematika MTs Sabilal Muhtadin menjelaskan bahwa di sekolahnya terdapat beberapa kendala yang membuatnya sulit mengadakan inovasi ataupun variansi dalam pembelajaran matematika.

Hal ini didasarkan karena banyak siswa yang berasal dari desa yang kemampuan dasar matematikanya belum cukup dan menjadikan kendala tersendiri bagi guru. “Sulit menggunakan inovasi baru, karena dasarnya mereka belum menguasai,” ungkapnya.

Mengatasi hal tersebut, Lisna memilih mengajar menggunakan metode ceramah, karena ia menilai metode ceramah adalah metode yang tepat untuk mengajar matematika agar memudahkan siswa untuk belajar dan membantu siswa mengulang kembali dasar-dasar matematika.

Menurut Lisna, inovasi dari sekolah memang tidak ada dan semuanya tergantung dari masing-masing guru yang mengajar. Lisna mengaku ia  belum mendapatkan inovasi pembelajaran seperti apa yang sesuai dengan karakteristik siswa. “Pengalaman mengajar belum banyak, karena saya masih baru menjadi guru,” tuturnya.

Lisna juga menjelaskan, berdasarkan pengalaman yang telah ia peroleh selama Program Pengalaman Lapangan (PPL), sekolah-sekolah yang sudah bagus kebanyakan pembelajaran menggunakan inovasi-inovasi yang bervariasi, anak-anak di sekolah tersebut ketika diajarkan dengan metode ceramah menjadi tidak efektif, karena kebanyakan dari mereka hanya bermain-main dan tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru karena mereka merasa sudah memahami materi yang diajarkan. “Kalau siswanya seperti ini, lebih baik menggunakan inovasi agar mereka tidak bosan,” tutupnya.

***

Ditulis oleh: Mujawaroh Annafi (11415201127)

Kaitan Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari dan Hubungannya dengan Islam

Materi ini adalah mengenai lingkaran, suatu bangun datar yang banyak sekali aplikasinya di tengah kehidupan kita. Apa itu lingkaran? Lingkaran adalah himpunan semua titik-titik pada bidang datar yang berjarak sama terhadap  suatu titik tertentu, yang disebut titik pusat, sedang jarak yang sama disebut jari-jari.

Ibaratkan titik pusat adalah adalah sesuatu yang menjadi tujuan manusia, maka Tuhan memberikan jarak yang sama kepada setiap insan untuk mencapainya, tergantung seberapa besar usaha yang dilakukan untuk meraihnya. Seperti firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d: 11 yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya.

Jika lingkaran diaplikasikan dalam roda, maka untuk mencapai tujuan akan sangat muda jika berada di puncak roda, dan akan sangat sulit jika berada di dasar roda, maka dari sebagai manusia, ketika sedang berada di atas bersyukurlah, dan ketika sedang berada di bawah bersabarlah.

IPM (Ilmu Pendidikan Matematika)

Matematika

Adalah disiplin ilmu yang membuat kita melatih bagaimana cara berfikir dan mengolah pikiran dan mengolah pikiran secara kualitatif, mengajarkan manusia untuk berpikir krites.

Dua hal yang penting dalam proses pembelajaran.

  1. Berpusaat kepada siswa yang belajar
  2. Berpusat kepada guru yang belajar.

Namun sekarang ini dituntut untuk siswa yang lebih aktif daripada guru sehingga ditujukan kepada siswa yang belajar. Ada kalanya guru menguasai pembahasan namun lebih di dominasikan ke siswa.

Konsep yang harus ditanamkan dalam pembelajaran matematika.

  1. Pembelajaran Matematika berorientasi kepada matematika formal.

Artinya bergelut pada rumus yang mengajarkan kepada siswa konsep formal matematika seperti vektor, relasi dll.

Matematika bersifat deduktif/berpikir deduktif

Matematika tidak menerima generalisasi berdasarkan pengamatan induktif tetapi harus berdasarkan pembuktian deduktif. Artinya harus berasal dari pengamatan-pengamatan sebelumnya. Artinya dari umum ke khusus. Ilmu baru tidak dapat diterima kebenarannya sebelum dibuktikan secara deduktif. Artinya dari pernyataan-pernyataan sebelumnya yang sudah ada akan kita kembangkan, namun harus dibuktikan kebenarannya terlebih dahulu.

  1. Pembelajaran matematika berorientasi kepada lingkungan sekitar.
  2. Konsep heuristik

Pembelajaran matematika sebagai sistem dimana pelajarnya dilatih untuk menemukan sesuatu secara mandiri. Karena tujuan akhir dari matematika adalah bagaimana melatih kemandirian siswa.

  1. Pembelajaran matematika berorientasi kepada matematika sebagai alat (komunikasi)

Sangat sulit untuk membuat siswa memahami keseluruhan apa yang diajarkan. Namun hal yang paling mendasar yang harus dilakukan yaitu bagaimana cara membuat siswa menyukai matematika. Tidak monoton dan membawa siswa untuk belajar matematika yang berorientasi kepada dunia sekitar. Tidak meonoton kepada buku dan memahami siswa.

Learning

Learning to know

Learning to do

Learning to be

Learning to live together

Learning how to learn

Learning to throughout learn