Category: sains


Berselancar di dunia maya sudah menjadi kebiasaan yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia di zaman super canggih ini. Melalu smartphone dunia berada dalam genggaman. Kesehatan pun turut ambil andil untuk mempermudah kehidupan manusia, tinggal ketik di mesin pencari dan keluarlah semua jawaban dari semua pertanyaan. Sebanyak apapun kelebihan dunia maya yang diagung-agungkan tetap tak bisa dipungkiri akan adanya artikel hoax, terlebih di dunia kesehatan, alih-alih bisa hidup sehat, jika sembarang mengambil informasi dari sumber tak terpecaya maka nyawa taruhannya.
Baca Selengkapnya

Iklan

Materi ini adalah mengenai lingkaran, suatu bangun datar yang banyak sekali aplikasinya di tengah kehidupan kita. Apa itu lingkaran? Lingkaran adalah himpunan semua titik-titik pada bidang datar yang berjarak sama terhadap  suatu titik tertentu, yang disebut titik pusat, sedang jarak yang sama disebut jari-jari.

Ibaratkan titik pusat adalah adalah sesuatu yang menjadi tujuan manusia, maka Tuhan memberikan jarak yang sama kepada setiap insan untuk mencapainya, tergantung seberapa besar usaha yang dilakukan untuk meraihnya. Seperti firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d: 11 yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya.

Jika lingkaran diaplikasikan dalam roda, maka untuk mencapai tujuan akan sangat muda jika berada di puncak roda, dan akan sangat sulit jika berada di dasar roda, maka dari sebagai manusia, ketika sedang berada di atas bersyukurlah, dan ketika sedang berada di bawah bersabarlah.

Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi dewasa ini dimana ekonomi ini lebih mengutamakan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Konsep ini biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejewantahannya.

Dalam seminar yang di taja oleh bertuahpos.com yang menghadirkan Dr. Dudi Sudrajat Abdurrachim, MT, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) provinsi Jawa Barat dimana ia menjelaskan bahwa banyak hal yang bisa di ubah menjadi ekonomi kreatif, jika dulu pendidikan hanya berorientasi kepada pendidikan dan kesehatan berorientasi pada kesehatan, maka saat ini dunia pendidikan dan kesehatan berubah menjadi industri.

Singapura saja misalnya, jika di Indonesia rumah sakit hanya sebatas pelayanan masyarakat, maka di Singapura rumah sakit dijadikan sebagai tempat pariwisata dimana tidak hanya orang sakit yang datang ke rumah sakit, rumah sakit sudah dijadikan gaya hidup bahkan untuk mereka yang tidak sakit. Selain itu rumah sakit di Singapura juga menawarkan perawatan kesehatan kelas satu ditambah lagi dengan kebersihan keindahan yang dibuat dalam satu kemasan sehingga mampu menarik perhatian wisatawan untuk datang ke sana.

Selain itu, melirik di dunia pendidikan yang di jadikan sebagai industri, banyaknya sekolah-sekolah elit internasional milik negara lain berdiri di Indonesia seperti Singapore International School Indonesia, Cambridge International School Indonesia dan lain-lain merupakan contoh dari industri di bidang pendidikan.

Jika berbicara tentang industri rumah sakit dan pendidikan mungkin cakupannya terlalu besar untuk kita, kita persempit dulu tentang industri kreatif yang bisa kita lakukan. Berikut saya beberkan contoh industri kreatif yang mungkin bisa menginspirasi kita, karena kita sama-sama tahu peluang membuka industri ini sangat besar di Indonesia dan hanya mensyaratkan kreativitas, inovasi dan keberanian.

  1. Go Jek

Merupakan layanan ojek hasil kreativitas anak muda Indonesia yang bisa di booking melalui aplikasi GoJek yang bisa di download di smartphone Android atau Iphone. Go Jek sendiri merupakan layanan ojek yang dikemas secara berbeda dan kreatif yang menekankan keunggulan dalam kecepatan, inovasi dan interaksi sosial. Semua pengendara memakai seragam dan helm berwarna hijau berlogo Go Jek, dan berpenampilan rapi. Penumpang diberi masker gratis dan penutup kepala. Go Jek menawarkan jasa kirim barang, beli tiket bioskop atau apapun secara bebas, sehingga penumpang tidak perlu pergi dan cukup menitip ke Go Jek.

  1. Rumah Makan

Rumah makan juga bisa di kemas secara kreatif, bisa saja makanan yang disajikan adalah makanan rumahan yang rasanya biasa-biasa saja tapi memiliki harga yang fantastis dan tetap memiliki banyak pengunjung. Bagaimana melakukannya? Tentunya dengan mengemas semuanya agar terlihat unik dan menarik, hal yang harus diperhatikan adalah tempat, misalnya saja tempatnya di tepi sebuah sungai yang mengalir dibawahnya air yang jernih dengan ikan berseliweran disana, ditambah suasana ruangan yang adem dan nyaman serta enak dipandang ditambah pelayanan yang ramah. Ini seperti perbedaan antara harga sebotol air mineral dibandara dengan sebotol air mineral yang di jual dijalanan, pasti beda kan harganya?

Nah itulah beberapa contoh industri biasa saja yang di kemas secara kreatif dan menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda, selain itu saluran industri kreatif sangat bervariasi, mulai dari arsitektur, seni, desain, kerajinan tnagan, fotografi dan lainnya. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang pesat dewasa ini seperti semakin mempermudah untuk memasarkan produk-produk yang ditawarkan, seperti Instagram, Facebook, dan aplikasi-aplikasi lain yang pasti bisa membuat keuntungan semakin berlipat. Ingat! Hasil itu tak pernah menghianati usaha.

Di era digital ini, peluang industri kreatif semakin besar, bisnis yang memanfaatkan kecanggihan teknologi semakin menjanjikan. Besarnya perhatian masyarakat akan sesuatu uang berbeda, unik dan menarik, tentu menjadi segmentasi pasar tersendiri bagi para pelaku industri kreatif.

Banyak kaula muda yang sangat antusias dalam menjajal segemen industri kreatif besar, terbukti dari banyak nya jumlah peserta seminar yang diadakan oleh bertuahpos.com pada 26 november 2015 yang mencapai lebih dari yang ditargetkan. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki orang-orang yang mau bergerak di bidang industri kreatif sehingga jika orang-orang ini menjalankannya bisa dipastikan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia akan turun.

Pendidikan Sebagai Ilmu dan Sistem dalam Perspektif Matematika

written bye: Karsini, Mujawaroh Annafi, Tengku Aprilia Nurjannah as a task of lecturer: Musa Taher

Pendidikan Matematika 2C , UIN Suska Riau 2015

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia karena pada hakekatnya manusia lahir dalam keadaan tidak berdaya, dan tidak langsung dapat berdiri sendiri, dapat memelihara dirinya sendiri. Manusia pada saat lahir sepenuhnya memerlukan bantuan orang tuanya. Karena itu pendidikan merupakan bimbingan orang dewasa mutlak diperlukan manusia

untuk menghasilkan hasil belajar yang baik maka seorang pendidik/guru harus memiliki ilmu pendidikan agar ketika melakukan proses belajar mengajar mampu menerapkan teori belajar di dalam kelas. Ilmu pendidikan adalah ilmu yang mempelajari serta memproses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, pembuatan mendidik.

Matematika merupakan subjek yang sangat penting dalam sistem pendidikan di seluruh dunia. Negara yang mengabaikan pendidikan sebagai prioritas utama akan tertinggal dari kemajuan segala bidang, dibanding negara lain yang memberikan tempat bagi matematika sebagai subjek yang sangat penting. Oleh karena itu, pendidikan sebagai ilmu diperlukan dalam proses pembelajaran matematika. Maka pendidikan sebagai ilmu dalam perspektif matematika menjadi salah satu topik yang menarik.

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa yang dimaksud pendidikan dan sistem
  3. Apa yang dimaksud dengan matematika
  4. Bagaimana pendidikan menjadi ilmu dalam perspektif matematika
  5. Bagaimana pendidikan menjadi sistem dalam perspektif matematika
  6. Tujuan
  7. Mengetahui pengertian pendidikan dan sistem
  8. Mengetahui apa itu pendidikan yang menjadi dasar ilmu dalam perspektif matematika
  9. Mengetahui apa itu pendidikan sebagai sistem dalam perspektif matematika
  10. Menyelesaikan tugas Ilmu Pengetahuan Matematika

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Pendidikan dan Sistem

Pendidikan adalah hidup. Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Sedangkan secara Definitif pendidikan (pedagogie) adalah suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan secara sadar ataupun secara sengaja yang dilakukan orang dewasa kepada orang yang belum dewasa (baca : anak) sehingga timbul hubungan antara keduanya yang bertujuan untuk mendewasakannya.

Sistem adalah satu keseluruhan terpadu yang terdiri dari berbagai elemen yang masing-masing elemen terkait dengan elemen yang lain. Sedangkan sistem secara etimologis berasal dari bahasa yunani “systema” yang berarti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.

  1. Pengertian Matematika

Kata matematika berasal dari beerkataan latin mathematika yang mulanya diambil dari perkataan yunani mathematike yang berarti mempelajari.

Matematika terbentuk dari pengalaman manusia dalam dunianya secara empiris. Kemudian pengalaman itu diproses didalam dunia rasio, diolah secara analisis dengan penalaran didalam struktur kognitif sehingga sampai terbentuk konsep-konsep matematika. Supaya konsep-konsep matematika yang terbentuk itu mudah dipahami oleh orang lain dan dapat dimanipulasi secara tepat, maka digunakan bahasa matematika atau notasi matematika yang bernilai global (universal). Konsep matematika didapat karena proses berpikir, karena itu logika adalah dasar terbentuknya matematika.[1]

Matematika adalah disiplin ilmu yang melatih bagaimana cara berpikir dan mengolah pikiran secara kualitatif dan mengajarkan manusia untuk berpikir kritis. Karena tujuan pendidikan matematika adalah melatih kemandirian dalam berpikir.

Matematika adalah ilmu yang tidak jauh dari realitas kehidupan manusia, dari zaman purba, berabad-abad sebelum masehi, manusia telah mempunyai kesadaran akan bentuk-bentuk benda disekitarnya yang berbeda satu dengan yang lain. Kesadaran inilah yang menjadi bibit lahirnya geometri.

Matematika dapat dipandang sebagai pelayan (servant) sekaligus ratu (queen) dari ilmu-ilmu lain. Sebagai pelayan matematika adalah ilmu dasar yang mendasari dan melayani berbagai ilmu pengetahuan yang lain. Tidak mengherankan apabila dalam fungsinya sebagai pelayan ilmu yang lain, matematika muncul di ilmu kimia, fisika, biologi, astronomi, psikologi, dan masih banyak yang lain. Sebagai ratu, perkembangan matematika tidak tergantung pada ilmu-ilmu lain. Banyak cabang matematika yang dulu biasa disebut matematika murni, dikembangkan oleh beberapa matematikawan/matematikawati yang mencintai dan belajar matematika hanya sebagai hobi tanpan mempedulikan fungsi dan manfaantnya untuk ilmu-ilmu yang lain. Dengan semakin berkembangnya teknologi, banyak cabang matematika murni yang ternyata dikemudian hari bisa diterapkan dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir.[2]

  1. Pendidikan Sebagai Ilmu dalam Perspektif Matematika

PrespektifMerupakan sebuah cara pandang seseorang mengenai dunia sosia disekitarnya atau dapat juga disebut sebagai sudut pandang (point of view)[3]

Ilmu merupakan pengetahuan yang di dapatkan lewat metode ilmiah. Untuk melakukan kegiatan ilmiah secara baik perlu sarana berfikir, yang memungkinkan dilakukannya penelaahan ilmiah secara teratur dan cermat. Matematika adalah bentuk pengetahuan yang penyusunannya dilakukan berdasarkan pembuktian berdasarkan teori koheren. System matematika di susun di atas beberapa dasar pernyataan yang dianggap benar, yakni aksioma. Dengan mempergunakan beberapa aksioma maka disusun suatu teorema. Di atas teorema dikembangkan kaidah-kaidah matematika yang secara keseluruhan system yang konsisten. Plato (427-347 S.M) dan AristotelesEuclid dalam menyusun ilmu ukurnya (384-322 S.M) mengembangkan teori koheren berdasarkan pola pemikiran yang dipergunakan

Dalam abad ke-20 ini, seluruh kehidupan manusia sudah mempergunakan matematika, baik matematika ini sangat sederhana hanya untuk menghitung satu, dua, tiga, maupun yang sampai sangat rumit, misalnya perhitungan antariksa. Ilmu-ilmu pengetahuan pun , semuanya sudah mempergunakan matematika, baik matematika sebagai pengembangan aljabar maupun statistik, dll.

Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini, sebab pada dasarnya pelajaran matematika diberikan untuk:

  1. Membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama.
  2. Mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media lain.
  3. melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsistensi, dan inkonsistensi.
  4. mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi, dan dugaan, serta mencoba-coba.
  5. mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. [4]

Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan tingkat atas, dan bahkan juga di perguruan tinggi. Cornelius (dalam Mulyono Abdurahman, 2003: 253) mengemukakan lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan:

  1. Sarana berpikir yang jelas dan logis,
  2. Sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari,
  3. Sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman,
  4. Sarana untuk mengembangkan kreativitas,
  5. Sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya

Matematika memandang pendidikan sebagai ilmu ditinjau dari pola berpikirnya, di antaranya berpikir secara logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media lain. Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. Apa yang disebut benar bagi tiap orang adalah tidak sama. Karena itu kegiatan proses berpikir untuk menghasilkan pengetahuan yang benar itu juga berbeda-beda. Dapat dikatakan

dan tiap-tiap jenis penalaran mempunyai kriteria kebenarannya masing-masing.

Sebagai suatu kegiatan berpikir maka penalaran mempunyai ciri-ciri tertentu. Ciri yang pertama ialah adanya pola pikir yang secara luas dapat disebut logika. Dalam hal ini dapat kita katakan bahwa tiap bentuk penalaran mempunyai logikanya tersendiri. Atau dapat juga disimpulkan bahwa kegiatan penalaran merupakan suatu proses berpikir logis. Berpikir logis disini harus diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu, atau dengan kata lain, menurut logika tertentu.

Dapat dijelaskan bahwa beberapa manfaat mempelajari matematika:

  1. Matematika sebagai bahasa ilmu pengetahuan

Tanpa bekal matematika yang baik sedikit sekali ilmu pengetahuan modern untuk dapat dipelajari, hal ini disebabkan hukum-hukum dasar pengetahuan alam dinyatakan dalam bahasa matematika. Karena matematika sifatnya dinamis, maka ilmu pengetahuan lainnyapun makin banyak menggunakan matematika.

Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingi disampaikan.Lambang-lambang matematika bersifat “Artifisial” yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya.Bila kita mempelajari kecepatan jalan kaki seseorang anak maka obyek “kecepatan jalan kaki seorang anak” dapat diberi lambang dengan v dalam hal ini v hanya mempunyai satu arti yaitu kecepatan jalan kaki seorang anak. Bila dihubungkan dengan dengan obyek lain umpanya “jarak yang ditempuh seoang anak” (s). maka dapat dibuat lambang hubungan tersebut sebagai t = s/v, di mana t melambangkan waktu berjalan kaki seorang anak. Pernyataan t = s/v kiranya jelas : Tidak mempunyai konotasi emosional dan hanya mengemukakan informasi mengenai hubungan s, v dan t, artinya matematika mempunyai sifat yang jelas, spesifik dan informatf dengan tidak menimbulkan konotasi yang bersifat emosional.

  1. Matematika mengajak berfikir logis

Logika adalah sarana untuk berpikir sistematik, valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, berpikir logis adalah berpikir sesuai dengan aturan-aturan berpikir, seperti setengah tidak boleh lebih besar daripada satu. Berpikir membutuhkan jenis-jenis pemikiran yang sesuai. Pikiran diikat oleh hakikat dan struktur tertentu, kendati hingga kini belum seluruhnya terungkap. Pikiran kita tunduk kepada hukum-hukum tertentu.

Salah satu kegunaan yang sering kita kemukakan ialah bahwa matematika melatih orang untuk berfikir secara logis. Badal karangan-karangan masa Purba, nama “LOGIKA” untuk pertama kali muncul pada Cicero (abad ke 1 sebelum masehi), dalam seni berdebat. Sekitar permulaan abad ke 3 sesudah masehi Alexander Aphrodisias adalah orang yang pertama menggunakan kata LOGIKA dalam arti yang sekarang.

Untuk menemukan pengetahuan kita harus dapat mengambil kesimpulan dari berbagai pernyataan berupa pakta atau pendapat. Logika formal adalah bidang ilmu yang membahas tentang pernyataan-pernyataan atau posisi dalam hubungannya dengan penalaran secara deduksi (Britannica, 1982). Proses Deduksi, yaitu penarikan kesimpulan bersifat individual dari pernyataan/ kerangka berpikir logis yang bersifat umum. Bidang ilmu tertua yang menerapkan deduksi berdasarkan logika formal adalah matematika. Salah satu yang dapat dipakai sebagai contoh Geometri Eulidus.

  1. Pendidikan Sebagai Sistem dalam Perspektif Matematika

Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mencapai tujuan pendidikan. Suatu usaha pendidikan menyangkut tiga unusur pokok, yaitu unsur masukan, unsur proses usaha itu sendiri, dan unsur hasil usaha. Hubungan ketiga unsur itu dapat digambarkan sebagai berikut Proses Pendidikan Sebagai Suatu Sistem

Masukan usaha pendidikan ialah peserta didik dengan berbagai ciri-ciri yang ada pada diri peserta didik itu (antara lain bakat, minat, kemampuan, keadaan jasmani,). Dalam proses pendidikan terkait berbagai hal, seperti pendidik, kurikulum, gedung sekolah, buku, metode mengajar, dan lain-lain, sedangkan hasil pendidikan dapat meliputi hasil belajar (yang berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan) setelah selesainya suatu proses belajar mengajar tertentu. Dalam rangka yang lebih besar, hasil proses pendidikan dapat berupa pembekalan peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama dan mampu mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1979) menjelaskan pula bahwa, “Pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur tujuan/sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan, struktur/jenjang. Kurikulum dan peralatan/fasilitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah kami uraikan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan adalah fenomena yang fundamental atau asasi dalam hidup manusia yaitu dimana ada kehidupan disitu pasti ada pendidikan. Pendidikan sebagai gejala sekaligus upaya memanusiakan manusia itu sendiri. Pendidikan adalah upaya sadar untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki manusia. Upaya pendidikan mencakup keseluruhan aktivitas pendidikan (mendidik dan dididik) dan pemikiran yang sistematik tentang pendidikan.

Ilmu pendidikan, yaitu ilmu yang menelaah fenomena pendidikan dalam perspektif yang luas dan integratif. Untuk mengembangkan disiplin ilmunya, ilmu pendidikan memiliki metode: normative, eksplanatori, teknologis, deskriptif fenomenologis, hermeneutis, dan analitis kritis. Sedangkan sifat-sifat ilmu pendidikan adalah: empiris, rohaniah, normatif, historis, teoritis, dan praktis

Matematika memandang pendidikan sebagai ilmu ditinjau dari pola berpikirnya, di antaranya berpikir secara logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media lain. Manfaat mempelajari matematika adalah matematika dapat digunakan sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Matematika juga mengajarkan kita untuk berpikir logis.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Andriani Melly, Hariyani Mimi, Pembelajaran Matematika SD/MI, Benteng Media, Pekanbaru, 2013

Supatmono Catur, Matematika Asyik, Grasindo, jakarta, 2009

Martono Nanang, Pendidikan Bukan Tanpa Masalah, Gava Media, Yogyakarta, 2010

Andriani Melly, Hariyani Mimi, Pembelajaran Matematika SD/MI, Benteng Media, Pekanbaru, 2013

 

 

[1] Andriani Melly, Hariyani Mimi, Pembelajaran Matematika SD/MI, Benteng Media, Pekanbaru, 2013, hal. 2

[2]Supatmono Catur, Matematika Asyik, Grasindo, jakarta, 2009, hal. 8

[3]Martono Nanang, Pendidikan Bukan Tanpa Masalah, Gava Media, Yogyakarta, 2010, hal. 18

[4]Andriani Melly, Hariyani Mimi, Pembelajaran Matematika SD/MI, Benteng Media, Pekanbaru, 2013, hal. 13

Besaran dan Vektor

BESARAN DAN VEKTOR

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur atau dihitung, dinyatakan dengan angka dan mempunyai satuan.

Besaran dibagi menjadi dua berdasarkan satuan dan berdasarkan arah.

  1. Satuan
  2. Pokok

Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan secara internasional.

  1. Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok.
  2. Arah
  3. Skalar

Adalah besaran yang mempunyai nilai dan tidak mempunyai arah. Contoh: massa, waktu, suhu.

  1. Vektor

Adalah besaran yang mempunyai arah dan nilai. Contoh: gaya, perpndahan, momentum dll

Cara menghitung vektor dibagi menjadi tiga yaitu

Poligon

polygon

jajar genjang

jajar genjang

segitiga

segitiga

Contoh soal

Dua vektor dan dimana besar vektor = 4 N dan = 3 N. vektor dan memiliki pangkal berimpit. Jika sudut yang dibentuk 60, berapakah besar dan arah vektor resultan?

jawab